Makassar, JURNALPOLRI.MY.ID – Bakti sosial Polda Sulsel kembali jadi bukti nyata kehadiran polisi yang tak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga hadir memberi harapan.
Senin pagi, 16 Juni 2025, Mapolda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar berubah menjadi lautan antusiasme.
Ratusan warga mulai berdatangan sejak pukul 10.00 WITA untuk menerima bantuan paket sembako yang dibagikan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Mappaoddang itu tak hanya menjadi simbol kepedulian, tapi juga momen haru di tengah masyarakat yang membutuhkan.
Satu per satu penerima disambut langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs. Rusdi Hartono, M.Si., bersama sang istri, Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Irena Rusdi Hartono.
Bersama unsur Forkopimda Sulsel, Wakapolda, dan jajaran pejabat utama Polda, mereka turun langsung menyalurkan bantuan.
Tak ada sekat antara aparat dan warga—semua larut dalam suasana kebersamaan dan kehangatan.
Dan inilah jawabannya: bagaimana Polri membuktikan kepeduliannya, bukan hanya dengan kata, tapi dengan aksi nyata yang menyentuh langsung hati rakyat.
Polda Sulsel menargetkan akan membagikan sebanyak 15.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, yang dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 13 hingga 30 Juni 2025.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 3.472 paket sembako telah didistribusikan kepada warga di berbagai wilayah di bawah hukum Polda Sulsel.
Kapolda Sulsel menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat pasca pandemi dan menghadapi berbagai tantangan sosial saat ini.
“Melalui kegiatan pembagian sembako ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam hal penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Irjen Pol. Rusdi Hartono.
Lewat momentum bakti sosial Polda Sulsel, citra Polri tak lagi sekadar institusi penegak hukum, tapi juga pelindung dan pengayom yang benar-benar hadir saat rakyat butuh.
Dari satu paket sembako yang dibagikan, terselip harapan, kehangatan, dan bukti bahwa kehadiran polisi bisa dirasakan secara nyata—bukan hanya dalam aturan, tapi juga dalam empati.
Aksi ini menjadi pengingat bahwa di balik seragam, ada hati yang ikut bergetar melihat kondisi masyarakat.
Bakti sosial Polda Sulsel bukan hanya kegiatan tahunan, tapi wujud komitmen untuk terus merawat kedekatan emosional dengan rakyat.
Karena sejatinya, pengabdian terbaik Polri adalah ketika masyarakat merasa dipeluk, bukan sekadar dijaga. (*)















