Example floating
Example floating
banner 970x200
Polri

Menegangkan! Strategi Polri Siap Aksi di KTT IAF Bali

122
×

Menegangkan! Strategi Polri Siap Aksi di KTT IAF Bali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Bali – Gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indonesia Afrika Forum (IAF) ke-2 dan High Level Forum on Multi Stakeholders Partnership (HLF MSP) 2024 di Bali memerlukan pengamanan ekstra ketat. Dalam upaya menjamin kelancaran acara internasional ini, Polri tidak main-main dalam menerapkan protokol keamanannya. Salah satu langkah andalan mereka adalah mengerahkan tim K9, yang dikenal dengan keahliannya dalam mendeteksi bahan berbahaya. Di bawah komando Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, anjing pelacak dari berbagai ras siap menunjukkan taring mereka.

Kasubsatgas Sterilisasi K9, Kombes Pol Sudaryono, menegaskan pentingnya peran tim K9 dalam pengamanan event sebesar ini. “Kita dari Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri membawa 18 anjing pelacak yang siap beraksi di KTT IAF ke-2 dan HLF MSP 2024. Ada tiga ras yang kita bawa: Belgian Malinois, German Shepherd, dan Labrador. Tim ini merupakan gabungan dari Ditpolsatwa, Polda Jateng, dan Polda Jatim. Semua sudah tiba di Bali sejak 28 Agustus,” ungkap Sudaryono dengan penuh semangat saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Minggu (1/9/2024).

banner 300x600

Mengusung strategi pengamanan yang matang, Sudaryono menjelaskan bahwa anjing-anjing pelacak ini memiliki kemampuan khusus untuk melacak bahan peledak dan zat berbahaya lainnya. Mereka tidak hanya berpatroli di sekitar area konferensi, tetapi juga secara aktif mensterilkan lokasi-lokasi penting yang akan digunakan, memastikan tidak ada ancaman yang membayangi jalannya acara. “Anjing pelacak ini bekerja mensterilkan, mendeteksi, dan memastikan bahwa setiap sudut acara ini aman dari ancaman. Kami ingin pelaksanaan event internasional ini berjalan lancar tanpa hambatan,” jelasnya.

Keamanan acara KTT ini memang mengikuti protokol ketat yang juga diatur oleh Paspampres. “Pola pengamanan kita mengikuti arahan Paspampres, khususnya di ring 1 di beberapa tempat seperti Hotel Mulia. Kami datang ke sana untuk mendeteksi dan mengecek seluruh gedung, mulai dari ruang dalam, tempat parkir, hingga kamar dan ruangan-ruangan yang dianggap perlu steril,” lanjut Sudaryono. Dengan adanya tim K9, Polri berupaya memberikan keyakinan kepada tamu negara bahwa tempat acara tersebut aman dan nyaman.

Tidak hanya sekadar menjaga, tim K9 Polri memiliki kemampuan yang tak bisa dianggap enteng. Kombes Pol Sudaryono menyoroti keunikan anjing-anjing pelacak ini dalam mendeteksi bahan peledak. Menurutnya, tim K9 dilatih secara intensif setiap hari, mengandalkan keunggulan biologis mereka yang bisa mendeteksi aroma dengan sangat akurat. “Dibandingkan manusia yang hanya punya reseptor penciuman terbatas, K9 mampu mendeteksi bahan-bahan yang bercampur dalam situasi lingkungan yang kompleks. Mereka bisa fokus untuk mencari sesuatu yang sudah dilatihkan, meskipun bau-bauan di sekitarnya sangat beragam,” paparnya.

Keunikan ini menjadi salah satu senjata utama dalam pengamanan di ajang KTT IAF dan HLF MSP. Anjing pelacak tidak hanya bekerja dengan kecepatan tinggi, tetapi juga ketepatan yang luar biasa. Dalam kondisi darurat, mereka bisa menjadi pengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan manusia.

Kombes Pol Sudaryono juga mengakui bahwa ada beberapa tamu negara yang merasa lebih nyaman dengan keberadaan anjing pelacak. “Beberapa tamu negara baru bisa merasa aman jika tempat tersebut sudah diperiksa dengan K9. Jadi, tugas kami bukan hanya sekadar mengamankan, tetapi juga memberi rasa aman bagi para peserta yang datang dari berbagai penjuru dunia,” tambahnya.

Dengan tim K9 di garis depan, Polri menunjukkan komitmennya untuk memberikan pengamanan terbaik. Tim anjing pelacak dari Ditpolsatwa ini telah siap siaga untuk memastikan bahwa setiap detik penyelenggaraan KTT IAF ke-2 dan HLF MSP 2024 di Bali berjalan aman dan terkendali. Kombes Pol Sudaryono dan timnya percaya bahwa dengan kolaborasi semua pihak dan dukungan teknologi, pengamanan acara ini akan berjalan sesuai rencana.

Langkah-langkah pengamanan yang diambil Polri ini menunjukkan bahwa mereka tidak main-main dalam menjaga ketertiban dan keamanan, terutama di acara internasional yang dihadiri berbagai pemimpin dunia. Dengan mengerahkan tim K9 andalannya, Polri siap memastikan tidak ada celah bagi ancaman apa pun untuk mengganggu kelancaran acara penting ini. “Kami sudah siap. Bali siap. Indonesia siap,” tutup Sudaryono dengan optimisme tinggi. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *