Nats : Roma 12:1, Yakobus 1:27, Filipi 3
Tema : Ibadah Bukan Sekedar Acara Tapi Gaya Hidup
Ada tiga jenis ibadah yang tertuang di dalam Alkitab kristiani khususnya perjanjian baru yang perlu setiap orang Kristen pahami.
Pertama ialah Ibadah yang dalam kata bahasa Yunani ditulis menggunakan kata “Latreo” akar kata dari liturgi. Dalam arti ini, ibadah yang dijelaskan dalam teks Yunani merujuk kepada ibadah kebaktian seperti yang dijelaskan di dalam Roma 12:1 seperti ibadah di gereja atau ibadah kebaktian lainnya. Ibadah seperti ini sangat baik dan berguna untuk terus dilakukan oleh setiap orang Kristen dalam membangun jemaat serta dirinya sendiri. Dalam ibadah kebaktian, selain kita mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, kita juga diajarkan untuk memuji dan menyembah Tuhan dalam Roh dan kebenaran.
Hal ini bukan berarti, setelah kita melakukan ibadah kebaktian di gereja kita berhenti beribadah, justru setelah kita menerima doa berkat, kita mempersembahkan seluruh hidup kita dengan seluruh anggota tubuh kita menjadi persembahan yang hidup yang Kudus dan yang tak bercacat di hadapan Allah untuk melakukan kebaikan dimana pun kita berada.
Ibadah yang ke dua ialah ibadah yang dalam bahasa Yunani menggunakan kata “Treskea”. Ibadah seperti ini lebih bersifat sosial seperti yang dijelaskan dalam surat Yakobus 1:27. Dalam surat ini, Yakobus mengingatkan jemaatnya untuk senantiasa beribadah melalui perbuatan baik seperti menolong anak yatim, membantu janda-janda, menolong orang miskin, menolong yang sedang kesusahan dan lain sebagainya. Ibadah ini lebih bersifat sosial. Yakobus katakan bahwa ini merupakan ibadah yang sejati. Ibadah seperti ini sangat baik dan wajib dilakukan oleh setiap orang Kristen dimana ia harus menjadi saksi-saksi Kristus yang dituntut untuk memancarkan kebaikan seperti yang diajarkan oleh Kristus sendiri.
Kemudian ibadah yang ke tiga ialah ibadah yang dalam bahasa Yunani menggunakan kata “Eusebeia” seperti yang tertulis dalam surat Filipi. Ini merupakan ibadah level tertinggi yaitu mengejar keserupaan dengan Kristus setiap hari. Ibadah ini menuntut sikap hidup yang senantiasa serupa dengan Kristus, baik perkataan maupun perbuatan. Inilah puncak dari segala ibadahnya orang Kristen. Ibadah semacam ini perlu dilatih setiap hari seperti yang Paulus ajarkan di dalam surat Timotius.
Mari kita melatih tubuh kita untuk senantiasa taat beribadah dan menjadi serupa dengan Kristus setiap hari. Mengikis segala bentuk kedagingan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan.
Jangan pernah berpikir lagi bahwa ibadah hanya sekedar acara tapi gaya, yaitu gaya hidupnya orang-irang Kristen. (Red)
#SoliDeoGloria (Kemuliaan hanya untuk Tuhan)















