Example floating
Example floating
banner 970x200
Kodim 1420/Sidrap

Cegah Cacar Monyet Bareng TNI!

33
×

Cegah Cacar Monyet Bareng TNI!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Sabtu, 21 September 2024, Aula Kodim 1420/Sidrap jadi tempat penting buat edukasi kesehatan. Dalam rangka Dirgahayu TNI, Serma H. Ambo Meru bersama dr. Endang memberikan penyuluhan soal penyakit cacar monyet, penyakit yang masih jadi ancaman global.

Acara ini dihadiri oleh Dandim 1420/Sidrap, Letkol Inf Awaloeddin, S.I.P., para Danramil, staf Kodim, ibu-ibu pengurus Persit KCK XLIV Dim 1420, purnawirawan, dan perwakilan Polres Sidrap. Semua berkumpul untuk mendengar langsung tentang bahaya cacar monyet, yang penyebarannya semakin mengkhawatirkan.

banner 300x600

Ancaman Cacar Monyet yang Makin Serius

Serma H. Ambo Meru, yang mendampingi dr. Endang, memaparkan bahwa cacar monyet belum punya obat atau terapi spesifik. “Ini penyakit yang serius dan sudah ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern,” tegasnya.

Virus penyebabnya, Monkeypox, utamanya berasal dari monyet. Kasus pertama pada manusia ditemukan tahun 1970 di Kongo. “Monyet jadi inang utama virus ini, jadi nggak heran disebut cacar monyet,” tambah Serma Ambo.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Dalam penyuluhannya, Serma H. Ambo menjelaskan secara rinci gejala penyakit ini. “Mirip dengan cacar biasa, gejalanya berupa demam dan ruam kulit yang berubah jadi lenting. Tapi, ada satu ciri khas, yaitu pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di ketiak,” paparnya dengan jelas.

Para peserta penyuluhan tampak serius menyimak penjelasan ini, terutama karena penyakit cacar monyet memang baru dan menakutkan bagi banyak orang. Serma Ambo menegaskan pentingnya mengenali gejala lebih awal agar penanganan bisa lebih cepat.

Cara Penularan yang Harus Diwaspadai

“Penularannya nggak bisa dianggap remeh. Virus ini bisa menyebar lewat kontak langsung dengan luka di kulit, cairan tubuh, atau droplet dari batuk dan bersin. Bahkan menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus juga bisa bikin kita tertular,” tambahnya.

Ini jadi perhatian penting karena kehidupan sehari-hari yang sering kali membuat kita tak sadar bersentuhan dengan orang lain atau permukaan benda.

Waspada dan Lindungi Diri

Serma H. Ambo menekankan, belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan cacar monyet. “Sementara ini, penyakit ini bisa sembuh dalam dua sampai tiga minggu, tapi tetap harus waspada. Cara paling efektif untuk mencegah penularan adalah dengan vaksin dan memakai masker,” jelasnya dengan nada serius.

Menurutnya, masyarakat perlu lebih aktif dalam mencegah penularan. “Virus ini bisa menular lewat udara, jadi jangan anggap enteng. Penting buat kita semua pakai masker, apalagi kalau berhadapan dengan pasien cacar monyet,” pesannya.

Kolaborasi untuk Kesehatan Bersama

Penyuluhan ini jadi momentum penting dalam kampanye kesehatan di Kodim 1420/Sidrap. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit berbahaya ini diharapkan bisa jadi contoh bagi daerah lain.

Dandim Letkol Inf Awaloeddin pun mendukung penuh acara ini. Menurutnya, kegiatan penyuluhan semacam ini penting untuk membekali masyarakat dengan informasi yang tepat tentang penyakit baru seperti cacar monyet.

Dengan semangat Dirgahayu TNI 2024, kegiatan ini nggak cuma jadi peringatan atas kiprah TNI, tapi juga bukti nyata kontribusi mereka untuk kesehatan masyarakat. Kolaborasi TNI dan tenaga medis seperti dr. Endang serta dukungan dari personel Kodim 1420/Sidrap menunjukkan bahwa bersama-sama, tantangan kesehatan bisa diatasi.

Acara pun diakhiri dengan pesan penting dari Serma Ambo: “Jangan pernah meremehkan penyakit ini. Langkah kecil seperti mengenakan masker dan vaksinasi bisa menyelamatkan banyak nyawa. Ayo, kita bareng-bareng cegah penyebaran cacar monyet!”

Dengan kegiatan ini, Kodim 1420/Sidrap kembali membuktikan bahwa TNI tak hanya soal pertahanan, tetapi juga peduli pada kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Kesehatan masyarakat adalah prioritas, dan lewat penyuluhan seperti ini, kita bisa lebih siap menghadapi ancaman penyakit berbahaya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *