Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Dandim Sidrap Dampingi Dirjen PSP Panen Raya: Harapan Baru bagi Petani

163
×

Dandim Sidrap Dampingi Dirjen PSP Panen Raya: Harapan Baru bagi Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Mentari pagi menyinari hamparan sawah di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, saat para petani bersiap menyambut panen raya.

Suasana berbeda terasa di tengah ladang, di mana Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, hadir bersama jajaran pejabat daerah.

banner 300x600

Didampingi oleh Dandim 1420/Sidrap dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kehadiran mereka menjadi sinyal kuat tentang komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

Panen kali ini berlangsung di lahan milik Andi Faisal, seorang petani lokal yang merasakan langsung dampak dari program pemerintah.

Selain Dandim Sidrap, tampak pula Wakil Bupati Nurkanaah, Kapolres Sidrap Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H. Ketua Pengadilan Negeri Fitri Ade Maya, serta sejumlah pejabat terkait. Semua larut dalam suasana panen, menyatu dengan petani dalam mengangkat padi yang siap dipanen.

Setelah panen, rombongan melanjutkan kunjungan ke PT. Padaidi untuk meninjau proses penggilingan padi.

Di sana, Andi Nur Alam Syah menegaskan bahwa kebijakan pertanian harus berorientasi pada kesejahteraan petani, bukan sekadar seremoni belaka.

“Masalah distribusi pupuk masih menjadi kendala utama. Kami terus berupaya agar regulasi yang ada bisa lebih efisien, sehingga pupuk bisa langsung sampai ke petani tanpa perantara yang berbelit,” ujarnya di hadapan para petani dan pejabat daerah.

Lebih dari sekadar pemecahan masalah jangka pendek, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program strategis.

Salah satunya adalah pencetakan 75 ribu hektare sawah baru di Palangkaraya dan optimalisasi setengah juta hektare lahan rawa di Indonesia.

Ada pula bantuan langsung, seperti dana Rp4,8 juta per hektare untuk optimalisasi lahan, serta penyediaan pupuk, pestisida, dan benih guna meningkatkan hasil panen.

Harga gabah pun menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Saat ini, Bulog membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.700 per kilogram, sedikit di atas standar pemerintah yang ditetapkan Rp6.500 per kilogram.

Hal ini memberi sedikit kelegaan bagi petani, terutama di tengah fluktuasi harga yang kerap terjadi.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyambut baik kunjungan Dirjen PSP dan berharap hal ini menjadi pemacu semangat bagi para petani Sidrap.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Sidrap memiliki luas sawah sekitar 50.277 hektare, dengan produksi gabah mencapai 480 ribu ton per tahun. Jika produktivitas bisa meningkat, dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya distribusi pupuk yang tepat sasaran, pemilihan benih unggul, serta penerapan metode tanam yang seragam agar hasil panen dapat maksimal.

Hari semakin siang, namun semangat para petani tak surut. Panen kali ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga harapan baru bagi mereka.

Dengan perhatian pemerintah yang lebih konkret, serta dukungan dari berbagai pihak, petani Sidrap optimis bahwa pertanian mereka akan semakin maju dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *