Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Polri di Tengah Banjir Jabodetabek: Dari Pemantauan Udara hingga Evakuasi Warga

285
×

Polri di Tengah Banjir Jabodetabek: Dari Pemantauan Udara hingga Evakuasi Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir membawa dampak besar bagi ribuan warga. Genangan air yang tak kunjung surut merendam pemukiman, melumpuhkan akses jalan, dan membuat masyarakat terjebak dalam kondisi sulit.

Namun, di tengah kepungan banjir, Polri hadir dengan segala daya dan upaya, memastikan keselamatan serta kenyamanan warga yang terdampak.

banner 300x600

Pada Rabu (5/3/2025), di langit Jabodetabek, suara deru helikopter terdengar jelas.

Itu bukan sekadar patroli biasa—Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tengah melakukan pemantauan udara untuk memetakan titik-titik banjir terparah. Bekasi, Jakarta, Tangerang, hingga Bogor menjadi sorotan utama dalam operasi ini.

Dari ketinggian, air yang menggenangi wilayah Babelan tampak mengkhawatirkan. Banyak rumah masih terendam, dan bantuan pun harus segera dikerahkan.

Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Kakorpolairud) Baharkam Polri, Irjen Pol. Yassin Kosasih, memimpin langsung pemantauan tersebut.

Dengan mata tajam, ia memperhatikan situasi di bawah. Setibanya di lokasi posko darurat, ia segera memberikan instruksi tegas.

“Kami turut berempati atas musibah banjir ini, apalagi saat bulan suci Ramadan. Saat ini, Babelan menjadi prioritas utama karena personel yang ada masih kurang, sementara banyak warga yang belum dievakuasi. Kami akan menambah kekuatan di sana,” ungkapnya.

Tak hanya mengandalkan pemantauan udara, Polri juga mengerahkan sekitar 200 personel ke delapan titik yang terdampak parah, termasuk Perumahan Jatirasa, Jatiasih, Pondok Gede Permai, dan Kebon Pala di Bekasi.

Dengan menggunakan perahu karet dan perlengkapan SAR lainnya, tim bergerak menyusuri genangan air, mengevakuasi warga yang terjebak.

Di lapangan, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, turut memantau jalannya operasi penyelamatan.

Ia menegaskan bahwa sejak awal bencana, Polri telah mengambil langkah-langkah cepat guna memitigasi dampaknya.

“Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk turun langsung ke lapangan. Selain evakuasi warga, kami juga memastikan keamanan lingkungan dengan patroli malam oleh Sabhara serta melakukan rekayasa lalu lintas di wilayah terdampak banjir,” jelasnya.

Sementara itu, bagi warga seperti Rahmat (52), kehadiran Polri di tengah situasi ini menjadi titik terang di tengah kesulitan.

Rumahnya yang berada di wilayah Babelan sudah terendam hingga setengah meter, membuatnya kesulitan untuk keluar. Namun, pagi itu, ia melihat beberapa anggota polisi datang dengan perahu karet, siap membantunya mengungsi.

“Alhamdulillah, polisi cepat datang. Saya sempat bingung harus bagaimana karena air makin naik. Mereka juga bantu angkut barang-barang saya supaya nggak kebawa air,” kata Rahmat dengan wajah penuh rasa syukur.

Di sisi lain, bantuan dari berbagai elemen terus mengalir. Polri tak bergerak sendiri—mereka berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, BPBD, serta komunitas relawan untuk mempercepat distribusi bantuan logistik dan memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

Hingga saat ini, operasi penyelamatan masih berlangsung. Di beberapa titik, terutama di Babelan dan sekitarnya, tim SAR masih berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak.

Sementara itu, personel lainnya bersiaga di posko darurat, memastikan distribusi makanan dan air bersih tetap berjalan lancar.

Di tengah derasnya arus air, semangat gotong royong tetap mengalir. Kehadiran Polri di lokasi banjir bukan sekadar tugas—ini adalah bukti nyata bahwa di saat warga membutuhkan, mereka selalu siap siaga, berdiri di garis terdepan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *