JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pagi itu, Kamis, 6 Maret 2025, suasana di Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tellu Limpoe tampak berbeda. Sejumlah petani dari Brigade Pangan Petani Berdikari (PB) Arateng berkumpul dengan penuh semangat.
Mereka tidak hanya datang untuk berdiskusi, tetapi juga untuk mencari solusi bagi pertanian di daerah mereka.
Di antara mereka, hadir pula Ws Danramil 1420-02/Tellu Limpoe. Sosoknya mencerminkan keterlibatan aktif TNI dalam mendukung program ketahanan pangan, sebuah bukti bahwa sektor pertanian adalah urusan bersama, bukan hanya petani semata.
Diskusi yang berlangsung hari itu fokus pada pemanfaatan alat pertanian modern yang telah diberikan sebagai bantuan.
Mulai dari combine harvester untuk mempermudah panen, hingga traktor roda empat dan roda dua yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan lahan.
“Alat-alat ini harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal, bukan hanya sekadar bantuan yang terparkir di sudut gudang,” ujar seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang turut hadir.
Tak hanya soal penggunaan, para peserta juga membahas rencana pelatihan bagi petani agar mereka mampu mengoperasikan dan merawat peralatan tersebut dengan baik. Sebab, teknologi tanpa keterampilan justru bisa menjadi beban daripada solusi.
Danramil 1420-02/Tellu Limpoe menegaskan bahwa kehadiran TNI dalam forum ini bukan sekadar formalitas.
TNI berkomitmen untuk membantu menjaga kelancaran distribusi alat, sekaligus memberikan rasa aman bagi para petani dalam menjalankan aktivitas mereka.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan sesuai harapan. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama, dan kami siap mendukung,” ujarnya dengan tegas.
Di tengah gempuran modernisasi, pertemuan ini menjadi simbol bahwa pertanian tak bisa berdiri sendiri. Butuh sinergi berbagai pihak agar sektor ini tetap tumbuh dan berkembang.
Ketika diskusi berakhir, para petani pulang dengan harapan baru. Bukan hanya karena adanya bantuan alat, tetapi juga karena kepastian bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Ada tangan-tangan yang siap membantu, dari penyuluh hingga TNI, demi pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. (*)















