Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Ibu-Anak Terlantar Saat Mudik, Polisi Datang dengan Kejutan!

191
×

Ibu-Anak Terlantar Saat Mudik, Polisi Datang dengan Kejutan!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Jakarta – Sabtu petang, 15 Maret 2025, di Terminal Ciputat, suasana menjelang berbuka puasa terasa padat.

Di tengah kesibukan para pemudik, seorang ibu bernama Siti tampak kebingungan, berdiri di sudut terminal dengan anaknya yang menangis.

banner 300x600

Ia menatap ke sekeliling, seakan mencari jalan keluar dari situasi sulit yang sedang dihadapinya.

Ketika itulah dua anggota kepolisian dari Polsek Ciputat Timur, Ipda Dedi Wijaya dan Brigadir Yudha Adiprastyo, yang tengah melakukan patroli di sekitar terminal, melihat Siti.

Ada raut lelah di wajahnya, berpadu dengan ekspresi cemas yang tak bisa disembunyikan.

“Kami melihat seorang ibu dan anak yang terlihat kebingungan di pul bus Ciputat. Kami mendekati dan bertanya ada masalah apa,” ujar Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodik, Minggu (16/3/2025).

Saat berbincang, Siti menjelaskan bahwa ia hendak pulang ke kampung halamannya di Ungaran, Jawa Tengah. Namun, tiket bus untuk keberangkatan hari itu telah habis terjual. Ia baru mendapatkan tiket untuk keesokan harinya, Minggu (16/3/2025).

Masalahnya, Siti tidak memiliki tempat menginap di Ciputat. Ia berencana menumpang di rumah temannya di Pamulang, tetapi tidak tahu bagaimana cara menuju ke sana.

Ditambah lagi, anaknya yang masih kecil terus menangis karena lapar dan lelah.

Melihat kondisi tersebut, Ipda Dedi dan Brigadir Yudha segera mengambil keputusan.

Mereka menawarkan untuk mengantar Siti dan anaknya ke rumah temannya agar bisa beristirahat dengan nyaman.

“Kami tidak ingin melihat ibu dan anak ini terlantar. Apalagi di bulan Ramadan seperti ini, mereka butuh tempat istirahat yang aman,” kata Ipda Dedi Wijaya.

Dalam perjalanan menuju Pamulang, kedua polisi itu mengajak Siti dan anaknya berbuka puasa bersama di sebuah warung makan.

Setelah seharian kelelahan dan dipenuhi kecemasan, akhirnya Siti bisa menikmati makanan dengan sedikit lebih tenang.

Tak hanya itu, mereka juga singgah di sebuah minimarket untuk membelikan Siti dan anaknya beberapa camilan serta minuman sebagai bekal perjalanan ke Ungaran keesokan harinya.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka bisa mudik dengan nyaman. Setidaknya, ada sedikit yang bisa kami bantu untuk meringankan beban mereka,” ujar Brigadir Yudha Adiprastyo.

Setelah berbuka dan beristirahat sejenak, Siti dan anaknya diantar hingga tiba di rumah temannya di Pamulang. Polisi memastikan bahwa Siti memiliki tempat yang aman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Siti tak kuasa menahan haru. Ia tak menyangka mendapatkan perhatian seperti ini dari pihak kepolisian.

“Saya benar-benar bersyukur. Kalau tidak ada Pak Polisi, mungkin saya masih kebingungan di terminal. Terima kasih banyak atas bantuannya,” ungkapnya penuh rasa terima kasih.

Bagi Siti, momen ini menjadi bukti bahwa kebaikan masih ada di mana-mana, bahkan di tengah perjalanan mudik yang penuh tantangan.

Bagi polisi, ini adalah bagian dari tugas dan pengabdian mereka untuk memastikan setiap warga merasa aman, terlindungi, dan bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Di bulan Ramadan ini, kisah kecil di terminal Ciputat itu menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun bisa membawa dampak besar bagi mereka yang membutuhkan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *