JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Ada yang berbeda di ruang kerja Bupati Jeneponto, Kamis (10/4/2025) siang.
Suasana santai dan penuh semangat kolaborasi mewarnai pertemuan antara Bupati H. Paris Yasir dan jajaran manajemen PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Punagayya.
Bukan sekadar silaturahmi biasa, pertemuan ini menjadi panggung awal menggagas kemitraan strategis untuk pembangunan daerah.
Dipimpin langsung oleh Manajer PLN Punagayya, Tri Pria Nugraha, tim PLN disambut hangat oleh Bupati yang saat itu didampingi oleh Kepala Inspektorat Jeneponto, Maskur.
Pertemuan berlangsung akrab, namun penuh muatan serius—terutama soal peran PLN dalam mendukung pembangunan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir langsung menyambut positif langkah PLN yang ingin berkontribusi lebih bagi Jeneponto.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam memanfaatkan dana CSR untuk sektor-sektor strategis.
“Pariwisata adalah salah satu potensi unggulan Jeneponto. Dan saya yakin, dengan dukungan CSR dari perusahaan seperti PLN, kita bisa mempercepat pengembangannya,” ucap Paris penuh semangat.
Bupati bahkan menyebut potensi wisata alam Jeneponto yang belum tergarap maksimal. Ia membandingkan kesejukan udara pegunungan Jeneponto yang tak kalah dengan kawasan wisata Malino, Gowa.
Belum lagi sport tourism seperti pacuan kuda dan kite surfing yang bisa jadi magnet baru bagi wisatawan.
Manajer PLN Punagayya, Tri Pria Nugraha, tak ketinggalan menyampaikan komitmennya. Ia menyebut CSR bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial PLN terhadap masyarakat sekitar.
“Kami siap bersinergi, khususnya dalam mendukung program-program berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Wisata yang ramah lingkungan adalah salah satunya,” kata Tri.
Tak hanya soal pariwisata, Tri juga membuka ruang kolaborasi untuk bidang lain yang dinilai penting bagi masyarakat, seperti energi berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Bupati Paris tak melewatkan kesempatan untuk menyinggung isu klasik di daerah—pengangguran. Menurutnya, keberadaan perusahaan besar seperti PLN semestinya juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Ia mendorong adanya kerja sama konkret antara PLN dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jeneponto agar pelatihan kerja bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Kalau kita punya SDM yang siap pakai, perusahaan juga lebih mudah merekrut. Ini win-win solution,” tegas Paris.
Kepala Inspektorat Jeneponto, Maskur, ikut menambahkan bahwa seluruh program CSR harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas.
Ia mengingatkan pentingnya transparansi dalam penyaluran agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program CSR jangan hanya berhenti di papan proyek. Harus ada pengawasan agar manfaatnya terasa nyata,” ujarnya.
Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu diakhiri dengan semangat positif dari kedua belah pihak. Baik Pemkab Jeneponto maupun PLN Punagayya sepakat menjadikan pertemuan ini sebagai titik awal kerja sama jangka panjang.
Dari ruang kerja Bupati, rencana-rencana besar mulai dirancang. Harapannya, bukan hanya destinasi wisata baru yang akan lahir, tapi juga masa depan masyarakat Jeneponto yang lebih cerah—berkat kolaborasi yang bukan hanya di atas kertas. (*)















