JURNALPOLRI.MY.ID, Makassar – Suasana hangat menyelimuti Kantor Kelurahan Totaka, Jumat pagi (11/4/2025), saat sejumlah warga mulai berdatangan.
Mereka datang bukan untuk mengurus administrasi, tapi untuk menyuarakan isi hati dalam forum terbuka bersama jajaran kepolisian—dalam kegiatan bertajuk Jumat Curhat.
Kali ini, forum yang digagas oleh Polda Sulsel itu terasa istimewa. Selain sebagai ajang menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum perkenalan bagi Kapolres Pelabuhan Makassar yang baru, AKBP Rise Sandiyantanti, S.H., S.I.K., M.Si.
Ya, sosok polwan dengan dua melati di pundaknya ini hadir langsung untuk mendengar keluhan warganya—tanpa sekat.
Acara dipimpin oleh Ps. Kasubditbin Tibsos Ditbinmas Polda Sulsel, KOMPOL Sudarman, S.E., yang mewakili Kapolda Sulsel.
Turut hadir juga unsur Forkopimda seperti Danramil Ujung Tanah, Camat Ujung Tanah, para lurah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga tokoh agama.
Kehadiran lengkap ini seperti menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama.
“Terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Jumat Curhat kita jadikan ajang silaturahmi, tempat masyarakat menyampaikan uneg-unegnya. Dan tentunya, selamat kepada Ibu Kapolres atas amanah barunya,” kata Kompol Sudarman membuka sesi dengan senyum.
Respons pun tak butuh waktu lama. AKBP Rise langsung berdiri, memperkenalkan diri sebagai Kapolres Pelabuhan yang baru. Dengan gaya bicara yang santai namun tegas, ia menyampaikan komitmennya.
“Insyaallah saya akan melanjutkan hal-hal baik yang sudah berjalan dan tentu saya akan tingkatkan. Saya minta warga jangan sungkan melapor—baik soal kamtibmas, personel kami, maupun pelayanan Polres,” tegas Rise, disambut anggukan warga.
Satu per satu tangan pun mulai terangkat. Warga seperti menemukan pintu yang terbuka lebar untuk menyampaikan keresahan.
Salah satunya Toto Siga, warga Kelurahan Totaka yang meminta patroli rutin hingga ke lorong-lorong. Ia menyoroti maraknya aksi pelemparan batu terhadap pengendara yang melintas di dekat tol.
“Kalau bisa, patroli diperluas sampai lorong dan kawasan samping tol. Sudah sering kejadian, bu Kapolres,” keluh Toto.
Rise mencatat dan langsung memberikan jawaban tegas. “Kami akan tingkatkan patroli, terutama di jam-jam rawan. Selain itu, peran Bhabinkamtibmas dan Satkamling akan kami dorong lebih aktif di tengah masyarakat,” jawabnya, dengan nada penuh keyakinan.
Keluhan lain datang dari Ibu Nurlina. Ia mengusulkan pemasangan CCTV di lorong-lorong sebagai langkah preventif menghadapi potensi kejahatan.
“Kalau ada CCTV, orang jadi mikir-mikir mau berbuat jahat. Bisa dipantau juga bu, apalagi kalau ada yang rusak tolong dicek lagi,” ujarnya.
Usulan itu langsung direspons cepat oleh Camat Ujung Tanah. Ia memerintahkan para sekretaris lurah untuk melakukan pendataan dan menindaklanjuti titik-titik CCTV yang rusak.
“Kita tindak lanjuti, kita rapatkan nanti. CCTV ini penting untuk mendukung kerja kepolisian juga,” katanya.
Kegiatan Jumat Curhat sendiri merupakan program nasional yang digaungkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Tujuannya sederhana namun dalam: membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri dengan mendengarkan langsung suara warga.
Dan pagi itu, di Kelurahan Totaka, suara-suara warga tak hanya terdengar. Ia juga dicatat, dijawab, bahkan ditindaklanjuti.
Karena hari itu, warga tak sekadar curhat—mereka didengarkan. Dan AKBP Rise? Ia tak hanya datang memperkenalkan diri. Ia pulang membawa PR, komitmen, dan kepercayaan baru dari wilayah tugasnya yang penuh tantangan.
(Briptu_Fachry)















