JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana Pasar Sentral Bilokka, Kamis pagi (11/4/2025), tampak sedikit berbeda dari biasanya.
Dua personel TNI dari Koramil 1420-01/Panca Lautang, Sertu Isman dan Koptu Parondongan, tampak menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang, dan mencatat harga bahan pokok satu per satu.
Langkah Babinsa ini langsung mengundang perhatian para pengunjung pasar. Beberapa pedagang bahkan menghentikan aktivitasnya sejenak untuk menyambut dua seragam loreng yang hadir bukan dengan senjata, melainkan senyum dan buku catatan.
“Ini bagus sekali. Babinsa datang, kami jadi lebih tenang. Ada rasa dilindungi,” kata Siti Aminah, pedagang sembako yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Bilokka.
Menurutnya, kehadiran aparat TNI bukan cuma soal keamanan, tapi juga tentang pengawasan agar harga tak semena-mena di tengah situasi ekonomi yang naik turun.
“Kadang ada harga yang naik, tapi enggak jelas kenapa. Dengan dicek seperti ini, pedagang nakal pun pikir dua kali,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Andi Usman, warga Bilokka yang pagi itu berbelanja kebutuhan dapur untuk keluarganya.
Ia menyebut kegiatan blusukan Babinsa ke pasar bukan hanya memberi rasa aman, tapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas harga.
“Apalagi menjelang hari-hari besar, harga kadang bisa melonjak. Kalau Babinsa rutin turun, masyarakat jadi yakin enggak ada permainan harga,” ujar Usman.
Sertu Isman menyebut bahwa pemantauan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari upaya menjaga denyut ekonomi masyarakat tetap sehat.
“Kami ingin pastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harganya tidak memberatkan. Kami catat langsung harga dari para pedagang, supaya datanya real dan bisa dilaporkan,” kata Isman.
Tak hanya mencatat, mereka juga memberi imbauan ringan kepada pedagang agar menjaga kejujuran dalam berdagang.
Berikut daftar harga bahan pokok yang dipantau Babinsa di Pasar Sentral Bilokka hari itu:
Beras:
Beras biasa: Rp 12.000/kg
Beras kepala/premium: Rp 14.000/kg
Beras ketan hitam: Rp 27.000/liter
Beras ketan putih: Rp 15.000/liter
Ayam:
Ayam ras hidup: Rp 55.000/ekor
Ayam kampung: Rp 80.000/ekor
Ayam potong bersih: Rp 50.000/ekor
Ikan:
Bandeng: Rp 10.000/ekor
Layang: Rp 8.000/ekor
Cakalang: Rp 20.000/ekor
Teri kering: Rp 20.000/liter
Telur:
Telur ayam ras: Rp 50.000/rak
Telur ayam kampung: Rp 55.000/rak
Telur bebek: Rp 55.000/rak
Telur asin: Rp 60.000/rak
Daging & Bumbu Dapur:
Daging sapi: Rp 130.000/kg
Bawang merah: Rp 30.000/kg
Bawang putih: Rp 43.000/kg
Sayur dan Pelengkap:
Sayur mayur (bayam, kangkung, dll): Rp 5.000/ikat
Tomat: Rp 5.000/kg
Cabe rawit: Rp 60.000/kg
Cabe merah besar: Rp 30.000/kg
Kebutuhan Pokok Lainnya:
Gula pasir: Rp 17.500/liter
Gula merah: Rp 30.000/kg
Tepung terigu: Rp 12.000/kg
Tempe: Rp 5.000/biji
Minyak Goreng:
Bimoli/Sania/Sedap: Rp 27.000/liter
Minyak merek Kita: Rp 16.000/liter
Dengan data yang mereka kumpulkan, para Babinsa berharap dapat memberikan laporan yang valid kepada pimpinan dan menjadi dasar kebijakan apabila ada lonjakan harga tak wajar.
“Kalau ada gejolak, kita bisa cepat laporkan. Kita juga dorong pemerintah desa dan kelurahan ambil langkah kalau perlu,” ujar Koptu Parondongan menambahkan.
Langkah sederhana dari dua Babinsa ini menunjukkan bahwa menjaga ekonomi rakyat bisa dimulai dari hal-hal kecil—seperti menyapa pedagang, mencatat harga, dan hadir langsung di pasar.
Dan pagi itu, Pasar Sentral Bilokka bukan hanya tempat jual beli. Ia jadi titik temu antara rakyat dan negara, dalam wujud nyata yang membumi. (*)















