Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Babinsa Cek Harga di Bilokka, Pedagang Nakal Kena Getar!

114
×

Babinsa Cek Harga di Bilokka, Pedagang Nakal Kena Getar!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana Pasar Sentral Bilokka, Kamis pagi (11/4/2025), tampak sedikit berbeda dari biasanya.

Dua personel TNI dari Koramil 1420-01/Panca Lautang, Sertu Isman dan Koptu Parondongan, tampak menyusuri lorong-lorong pasar, menyapa pedagang, dan mencatat harga bahan pokok satu per satu.

banner 300x600

Langkah Babinsa ini langsung mengundang perhatian para pengunjung pasar. Beberapa pedagang bahkan menghentikan aktivitasnya sejenak untuk menyambut dua seragam loreng yang hadir bukan dengan senjata, melainkan senyum dan buku catatan.

“Ini bagus sekali. Babinsa datang, kami jadi lebih tenang. Ada rasa dilindungi,” kata Siti Aminah, pedagang sembako yang sudah belasan tahun berjualan di Pasar Bilokka.

Menurutnya, kehadiran aparat TNI bukan cuma soal keamanan, tapi juga tentang pengawasan agar harga tak semena-mena di tengah situasi ekonomi yang naik turun.

“Kadang ada harga yang naik, tapi enggak jelas kenapa. Dengan dicek seperti ini, pedagang nakal pun pikir dua kali,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Andi Usman, warga Bilokka yang pagi itu berbelanja kebutuhan dapur untuk keluarganya.

Ia menyebut kegiatan blusukan Babinsa ke pasar bukan hanya memberi rasa aman, tapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas harga.

“Apalagi menjelang hari-hari besar, harga kadang bisa melonjak. Kalau Babinsa rutin turun, masyarakat jadi yakin enggak ada permainan harga,” ujar Usman.

Sertu Isman menyebut bahwa pemantauan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari upaya menjaga denyut ekonomi masyarakat tetap sehat.

“Kami ingin pastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harganya tidak memberatkan. Kami catat langsung harga dari para pedagang, supaya datanya real dan bisa dilaporkan,” kata Isman.

Tak hanya mencatat, mereka juga memberi imbauan ringan kepada pedagang agar menjaga kejujuran dalam berdagang.

Berikut daftar harga bahan pokok yang dipantau Babinsa di Pasar Sentral Bilokka hari itu:

Beras:

Beras biasa: Rp 12.000/kg

Beras kepala/premium: Rp 14.000/kg

Beras ketan hitam: Rp 27.000/liter

Beras ketan putih: Rp 15.000/liter

Ayam:

Ayam ras hidup: Rp 55.000/ekor

Ayam kampung: Rp 80.000/ekor

Ayam potong bersih: Rp 50.000/ekor

Ikan:

Bandeng: Rp 10.000/ekor

Layang: Rp 8.000/ekor

Cakalang: Rp 20.000/ekor

Teri kering: Rp 20.000/liter

Telur:

Telur ayam ras: Rp 50.000/rak

Telur ayam kampung: Rp 55.000/rak

Telur bebek: Rp 55.000/rak

Telur asin: Rp 60.000/rak

Daging & Bumbu Dapur:

Daging sapi: Rp 130.000/kg

Bawang merah: Rp 30.000/kg

Bawang putih: Rp 43.000/kg

Sayur dan Pelengkap:

Sayur mayur (bayam, kangkung, dll): Rp 5.000/ikat

Tomat: Rp 5.000/kg

Cabe rawit: Rp 60.000/kg

Cabe merah besar: Rp 30.000/kg

Kebutuhan Pokok Lainnya:

Gula pasir: Rp 17.500/liter

Gula merah: Rp 30.000/kg

Tepung terigu: Rp 12.000/kg

Tempe: Rp 5.000/biji

Minyak Goreng:

Bimoli/Sania/Sedap: Rp 27.000/liter

Minyak merek Kita: Rp 16.000/liter

Dengan data yang mereka kumpulkan, para Babinsa berharap dapat memberikan laporan yang valid kepada pimpinan dan menjadi dasar kebijakan apabila ada lonjakan harga tak wajar.

“Kalau ada gejolak, kita bisa cepat laporkan. Kita juga dorong pemerintah desa dan kelurahan ambil langkah kalau perlu,” ujar Koptu Parondongan menambahkan.

Langkah sederhana dari dua Babinsa ini menunjukkan bahwa menjaga ekonomi rakyat bisa dimulai dari hal-hal kecil—seperti menyapa pedagang, mencatat harga, dan hadir langsung di pasar.

Dan pagi itu, Pasar Sentral Bilokka bukan hanya tempat jual beli. Ia jadi titik temu antara rakyat dan negara, dalam wujud nyata yang membumi. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *