Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Babinsa ‘Masuk Pabrik’, Harga Gabah di Mojong Dijaga Sesuai HPP

163
×

Babinsa ‘Masuk Pabrik’, Harga Gabah di Mojong Dijaga Sesuai HPP

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Di Pabrik Penggilingan Beras (PB) Resky Tani, Desa Mojong, Kabupaten Sidrap, tampak sedikit berbeda pada Minggu pagi (20/4/2025).

Bukan hanya suara mesin penggiling yang terdengar, tapi juga obrolan santai namun serius antara seorang Babinsa dan pekerja pabrik.

banner 300x600

Adalah Serda Herman Amal, Babinsa Desa Mojong, yang tengah melakukan komunikasi sosial (komsos) demi satu tujuan: memastikan harga gabah petani tetap sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Kami hadir bukan untuk mengatur, tapi memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Ini soal keadilan harga bagi petani dan keberlanjutan produksi beras nasional,” ujar Serda Herman di sela kunjungannya.

Dalam lawatannya, Serda Herman menyambangi manajemen pabrik mitra Bulog itu, berdialog dengan para pekerja, bahkan berdiskusi langsung dengan petani yang sedang menjual gabah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pembelian gabah di bawah HPP.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah fluktuasi harga pasar, isu penurunan harga gabah kerap menjadi keresahan tersendiri bagi petani.

Maka kehadiran Babinsa menjadi penting sebagai jembatan penghubung antara kepentingan petani, mitra Bulog, dan pihak pemerintah.

“Kami dorong petani tetap berpegang pada harga resmi. Jangan mau ditekan atau tergoda menjual murah hanya karena situasi panen raya,” lanjutnya dengan nada tegas namun bersahabat.

Selain fokus pada kestabilan harga, Serda Herman juga menyisipkan pesan penting kepada para pekerja pabrik: keselamatan kerja tak boleh dilupakan.

Ia mengingatkan agar standar keselamatan tetap dijaga di tengah padatnya aktivitas produksi.

“Kerja boleh semangat, tapi jangan sampai lengah. Alat-alat berat, lantai licin, semua itu bisa jadi celaka kalau tidak hati-hati,” imbaunya sambil meninjau area penggilingan.

Respons dari pihak pabrik pun positif. Pihak manajemen menyambut baik upaya proaktif Babinsa dalam mendampingi dan mengawasi jalur distribusi hasil panen.

Begitu juga para petani, yang merasa lebih tenang karena ada pengawalan langsung dari aparat teritorial.

“Kita merasa lebih aman kalau ada Babinsa seperti ini. Harga gabah bisa tetap bagus, dan tidak dimain-mainkan tengkulak,” ucap Bapak Nasri, salah satu petani yang turut menjual hasil panennya hari itu.

Langkah Serda Herman ini menjadi cerminan nyata peran aktif TNI di tengah masyarakat. Bukan hanya menjaga pertahanan, tapi juga menjaga ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Dari sawah ke pabrik, dari lapangan ke meja negosiasi—Babinsa Mojong membuktikan bahwa hadirnya negara bisa dimulai dari hal sederhana: memastikan petani dihargai sepantasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *