JURNALPOLRI.MY.ID, Takalar – Malam mulai larut di Galesong Selatan, Sabtu (19/4/2025), saat deru sepeda motor patroli mulai mengisi jalanan yang biasanya sepi.
Di balik raungan mesin itu, ada satu misi yang dibawa oleh para personel Polsek Galsel: menciptakan kondisi yang aman dan bebas dari gangguan kamtibmas.
Tepat pukul 21.00 WITA, halaman Mako Polsek Galesong Selatan tampak sibuk. Satu per satu personel berdiri berbaris dalam apel pengecekan yang dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas Aipda Syarifuddin, S.H.
Hadir pula Kanit Reskrim Ipda Syaiful Majid, S.H., M.M. dan Kanit Provos Bripka Haerul, S.H., memastikan setiap anggota siap menjalankan Operasi Cipta Kondisi malam itu.
“Pastikan keamanan warga. Cegah yang bisa dicegah. Bertindak tegas tapi tetap humanis,” ujar Aipda Syarifuddin dalam arahannya singkat sebelum tim menyebar.
Tak lama setelah apel, puluhan personel turun ke lapangan. Rute patroli mereka menyasar titik-titik yang dinilai rawan dan strategis: mulai dari Jl. Poros Galesong, Desa Bontomangape, Kalenna Bontomangape, Parambambe, Campagayya, hingga Kalukuang dan Pa’la’lakkang.
Di sepanjang jalan, petugas menyambangi warga yang masih nongkrong, khususnya para pemuda. Imbauan disampaikan langsung secara persuasif, tapi tegas.
Beberapa pemuda yang tampak mencurigakan juga diperiksa badannya—bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai bentuk antisipasi dari potensi kejahatan malam.
“Ini bagian dari pencegahan, bukan penindasan. Kami ingin warga merasa aman, bukan was-was,” jelas AKP Muhklis, S.H., Kapolsek Galesong Selatan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, patroli malam ini menyasar berbagai potensi kejahatan yang bisa muncul saat warga tertidur lelap: pencurian ternak (Curnak), pencurian dengan kekerasan (Curas), hingga pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Wilayah hukum Galesong Selatan, yang cukup luas dan berbatasan dengan daerah lain, menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
“Kami tidak mau kecolongan. Lebih baik mencegah dari sekarang ketimbang menyesal nanti,” tegas AKP Muhklis.
Respons warga cukup positif. Banyak yang menyambut baik langkah ini dan merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi yang turun langsung hingga ke jalan-jalan kampung.
“Biasanya malam sepi, rawan kalau ada orang asing. Tapi kalau ada patroli, jadi lebih aman,” ucap Rudi, warga Campagayya yang rumahnya tak jauh dari jalan poros.
Operasi cipta kondisi ini akan terus digelar secara rutin, terutama pada malam-malam akhir pekan. Tak hanya menekan angka kriminalitas, tapi juga untuk memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Dari jalan kampung hingga poros desa, Polsek Galesong Selatan menegaskan satu hal: keamanan adalah tanggung jawab bersama, dan polisi akan selalu ada di garda depan. (*)















