Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Riau Siaga! Menhut Apresiasi Aksi Cegah Karhutla

129
×

Riau Siaga! Menhut Apresiasi Aksi Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Siak, JURNALPOLRI.MY.ID – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan Jambore Karhutla 2025 yang digelar di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Kecamatan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah konkret dan strategis dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tanah Air.

banner 300x600

“Atas nama Kementerian Kehutanan, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Riau, Kapolda Riau, serta seluruh unsur Forkopimda yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan penting ini,” ujar Raja Juli Antoni saat memberi sambutan pada Sabtu (26/4/2025).

Sinyal Ancaman dan Solidaritas
Raja Juli menyampaikan bahwa karhutla masih menjadi tantangan serius, khususnya di wilayah Riau yang setiap tahun masuk zona merah potensi kebakaran.

Ia menilai Jambore Karhutla bukan sekadar seremoni, melainkan penanda penting akan perlunya kesadaran kolektif.

“Jambore ini adalah pengingat bahwa karhutla masih mengintai kita semua. Kita harus terus bergandengan tangan, menjaga solidaritas lintas sektor agar bencana tahunan ini bisa dicegah bersama-sama,” tegasnya.

BMKG Sudah Beri Peringatan
Mengacu pada prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung panjang, yakni dari Juni hingga Agustus 2025.

Hal ini menambah urgensi untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran.

Tiga Kunci Penurunan Karhutla
Meski ancaman masih ada, Raja Juli memaparkan bahwa tren karhutla di Indonesia menunjukkan penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Ia merinci tiga faktor utama yang berkontribusi:

  • Kolaborasi lintas sektor:
    “Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, BMKG, dan masyarakat berjalan sangat baik. Semua pihak bergerak terpimpin dalam satu arah.”
  • Penegakan hukum tegas:
    “Ketika kebakaran terjadi di lahan HGU atau kawasan hutan, aparat penegak hukum langsung mengambil tindakan. Tidak ada kompromi untuk pembakar hutan.”
  • Partisipasi aktif masyarakat:
    “Tanpa keterlibatan generasi muda, seperti Pramuka dan pelajar, mustahil kita bisa menjaga lingkungan secara berkelanjutan.”

 

Jambore Karhutla 2025 secara resmi dibuka oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 April 2025.

Kegiatan dipenuhi dengan rangkaian edukatif dan inspiratif seperti simulasi pemadaman karhutla, diskusi, hingga penanaman pohon.

Tak kurang dari 530 peserta dari kalangan Pramuka tingkat SMA dan mahasiswa ikut ambil bagian. Mereka diharapkan menjadi garda depan perubahan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Ini bukan akhir. Ini justru titik awal. Kita bangkit bersama menghadapi tantangan ekologis demi generasi masa depan,” tutup Raja Juli dengan penuh semangat. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *