Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Pasar Rakyat Diawasi TNI! Ada apa?

194
×

Pasar Rakyat Diawasi TNI! Ada apa?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Suasana pagi di Pasar Lawawoi, Desa Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, mendadak berbeda dari biasanya.

Bukan karena keramaian transaksi atau aroma bumbu yang menggoda, melainkan karena kehadiran dua sosok tentara berbaju loreng: Pelda Andi Akbar dan Serda Samsuardi.

banner 300x600

Dua Babinsa dari Koramil 1420-04/Watang Pulu itu menyusuri lorong-lorong pasar dengan langkah tegas—bukan untuk berbelanja, tapi menyidak harga sembako.

Hari itu, Selasa (30/4/2025), keduanya turun langsung memantau pergerakan harga bahan pokok yang kian jadi perhatian publik menjelang momen penting, seperti bulan suci Ramadan dan Hari Raya.

Mereka mencatat, berdialog, dan mendengarkan keluhan maupun harapan pedagang dan pembeli. Tak sekadar basa-basi, mereka hadir sebagai mata dan telinga negara di jantung ekonomi rakyat kecil.

“Ini bentuk nyata kami hadir di tengah masyarakat. Kami pastikan tidak ada spekulan nakal atau kelangkaan bahan pokok. Semua harus aman dan terjangkau,” tegas Pelda Andi Akbar.

Dalam pantauan mereka, harga sejumlah kebutuhan pokok relatif stabil namun tetap perlu dikawal.

Berikut sebagian data yang berhasil mereka catat:

Beras:
Premium: Rp 17.000/kg
Kepala: Rp 14.000/kg
Biasa: Rp 12.000/kg
Ketan hitam: Rp 23.000/liter
Ketan putih: Rp 17.000/liter

Unggas:
Ayam potong: Rp 60.000/ekor
Ayam ras/broiler: Rp 40.000/ekor
Ayam kampung: Rp 55.000/ekor

Ikan:
Bandeng: Rp 10.000/ekor
Layang: Rp 4.000/ekor
Cakalang: Rp 21.000/ekor
Teri kering: Rp 15.000/liter

Telur:
Ayam ras: Rp 55.000/rak
Ayam kampung: Rp 80.000/rak
Bebek mentah: Rp 80.000/rak
Bebek asin: Rp 90.000/rak

Minyak Goreng:
Bimoli: Rp 21.000/liter
Kita: Rp 15.000/liter
Sedap & Sania: Rp 17.500/liter

Sayuran & Bumbu:
Cabai rawit: Rp 30.000/kg
Cabai merah besar: Rp 20.000/kg
Tomat: Rp 25.000/kg
Bawang putih: Rp 50.000/kg
Bawang merah: Rp 60.000/kg

Gula:
Pasir: Rp 17.000/kg
Merah: Rp 23.000/kg

Daging & Kedelai:
Daging sapi: Rp 130.000/kg
Kedelai: Rp 12.000/kg

Reaksi warga? Tak disangka, justru hangat dan penuh apresiasi.

Aisyah (42), pedagang sayur yang sudah 7 tahun berjualan di Pasar Lawawoi, mengaku senang dengan kehadiran Babinsa.

“Biasanya yang datang cuma petugas dinas. Tapi ini tentara ikut turun, kami merasa dilindungi. Kalau begini terus, pedagang kecil begini enggak gampang dimainin tengkulak,” ujarnya sambil menimbang bawang merah.

Sementara itu, Sahrul (33), seorang pembeli yang ditemui usai membeli ayam potong, menyambut positif langkah pengawasan itu.

“Jujur aja, harga ayam sekarang lumayan mahal. Tapi saya salut Babinsa turun langsung cek ke lapangan. Jadi para penjual juga enggak bisa asal naikin harga,” katanya.

Langkah proaktif para Babinsa ini menjadi bukti konkret komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan ekonomi rakyat.

Apalagi menjelang momen krusial seperti Ramadan dan Idul Fitri, stabilitas harga adalah hal sensitif. Tak sedikit masyarakat kecil yang mengandalkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Tak cukup sampai di situ, Pelda Andi Akbar memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan secara berkala.

Bahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, kepolisian, hingga Satgas Pangan jika ditemukan indikasi permainan harga atau distribusi yang tak wajar.

“Kalau ada penyimpangan, kita tindaklanjuti. Jangan main-main soal perut rakyat,” tandasnya tegas.

Narasi yang hidup di Pasar Lawawoi pagi itu menjadi bukti bahwa ketahanan nasional bukan semata soal senjata dan perbatasan, tapi juga soal harga cabai, beras, dan minyak goreng.

Dan hari ini, dua Babinsa hadir sebagai garda depan penjaga ekonomi rakyat kecil. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *