Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Bati Tuud Koramil 1420-07/Baranti Jadi Sorotan, Ini Aksi Nyatanya

320
×

Bati Tuud Koramil 1420-07/Baranti Jadi Sorotan, Ini Aksi Nyatanya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Bati Tuud Koramil 1420-07/Baranti, Peltu Sahabuddin, kembali turun langsung ke lapangan. Pada Senin pagi (3/6/2025), ia memimpin kegiatan karya bhakti bersama anggota Koramil dan masyarakat di sekitar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Baranti, Lingkungan II, Kelurahan Baranti, Kabupaten Sidrap.

Tak sekadar simbolik, aksi ini menggandeng staf kantor serta warga setempat, menyapu bersih halaman dan lingkungan sekitar KUA demi menciptakan ruang publik yang bersih dan nyaman.

banner 300x600

Apa alasan di balik langkah ini? Peltu Sahabuddin menegaskan bahwa semangat gotong royong tak boleh padam. Lewat kegiatan ini, Bati Tuud Koramil 1420-07/Baranti ingin membangkitkan kembali budaya kebersamaan yang mulai pudar.

Dengan menyatu bersama warga dalam aksi nyata, ia berharap masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan dan terus melestarikan tradisi kerja kolektif sebagai ciri khas kearifan lokal.

Menurut Peltu Sahabuddin, karya bhakti ini tidak hanya sekadar membersihkan halaman kantor tetapi juga sebagai wujud nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran akan pentingnya kerjasama dan kebersamaan dalam membangun serta menjaga lingkungan akan semakin meningkat di masyarakat Kelurahan Barantiesa,” ujar Peltu Sahabuddin.

“Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya dan identitas khususnya di Kelurahan Baranti,” pungkasnya.

Semangat itu pun tampak jelas di wajah warga yang ikut ambil bagian. Bagi Bati Tuud Koramil 1420-07/Baranti, mendorong perubahan tak harus lewat pidato panjang—cukup dengan turun tangan dan memberi contoh nyata.

Aksi kecil yang digerakkan dengan tulus, seperti karya bhakti ini, menjadi bukti bahwa sinergi TNI dan masyarakat masih hidup dan berdenyut kuat di Baranti.

Di tengah derasnya arus individualisme, langkah sederhana Peltu Sahabuddin ini mengingatkan kita bahwa gotong royong belum mati—asal ada yang mau menyalakan kembali apinya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *