Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Ditresnarkoba Polda Sulsel Hajar Sindikat Sabu dan Ekstasi!

285
×

Ditresnarkoba Polda Sulsel Hajar Sindikat Sabu dan Ekstasi!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Makassar, JURNALPOLRI.MY.ID – Ditresnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda Sulsel kembali membuat gebrakan besar dalam perang melawan narkotika. Selama 20 hari penuh, mulai 10 hingga 29 Juni 2025, Ditresnarkoba ini menggelar Operasi Antik Lipu 2025 di seluruh wilayah hukum Polda Sulsel.

Hasilnya? Ratusan kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika berhasil diungkap, dengan barang bukti yang tak kalah fantastis.

banner 300x600

Operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan langkah konkret Ditresnarkoba Polda Sulsel dalam membersihkan wilayah dari bahaya narkoba.

Menggunakan strategi penyelidikan intensif dan pola penindakan yang masif, para personel bergerak cepat di berbagai titik rawan.

Siapa saja pelaku yang terjaring dan bagaimana barang bukti yang berhasil diamankan, semuanya menjadi bukti nyata keseriusan aparat dalam menjaga generasi muda Sulsel dari ancaman narkotika.

Petugas Ditresnarkoba Polda Sulsel memamerkan barang bukti narkoba hasil Operasi Antik Lipu 2025 di Makassar
Petugas Ditresnarkoba Polda Sulsel saat memperlihatkan barang bukti narkotika dari ratusan kasus yang diungkap selama Operasi Antik Lipu 2025

 

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, S.I.K., M.H., dalam keterangannya pada hari Senin (30/6/2025), menyampaikan bahwa operasi ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

“Berdasarkan rekapitulasi akhir hasil Operasi Antik Lipu 2025, jajaran Polda Sulsel berhasil mengungkap total 281 laporan kasus tindak pidana narkoba,” ujar Kombes Pol Didik Supranoto.

Dari ratusan kasus tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sebanyak 432 orang pelaku.

Para pelaku ini terdiri dari 118 orang yang merupakan Target Operasi (TO) dan 314 orang lainnya yang merupakan non-TO. Namun, terdapat 3 TO yang tidak berhasil diungkap dalam operasi kali ini.

“Keberhasilan mengungkap pelaku non-TO yang jumlahnya hampir tiga kali lipat dari target menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata yang harus kita perangi bersama,” tambahnya.

Selama 20 hari Operasi Antik Lipu 2025 digelar, Ditresnarkoba Polda Sulsel bersama jajaran Polres se-Sulsel berhasil menggulung ratusan kasus narkoba dengan barang bukti dalam jumlah fantastis.

Total sabu yang disita mencapai 1.452,7 gram. Tak hanya itu, aparat juga mengamankan 218 butir ekstasi, 82,1 gram tembakau sintetis, dan 6.484 butir obat keras daftar G.

Semua barang bukti tersebut kini diamankan sebagai barang bukti dalam proses hukum.

Jika bicara soal kinerja satuan, Polrestabes Makassar muncul sebagai penyumbang angka pengungkapan kasus terbanyak.

Sepanjang operasi, mereka mencatatkan 55 laporan kasus. Disusul Polres Gowa dengan 29 kasus, kemudian Ditresnarkoba Polda Sulsel sendiri mengukir 26 pengungkapan.

Tak kalah aktif, Polres Pelabuhan Makassar membukukan 25 laporan dan Polres Pinrang mengamankan 14 kasus.

Namun menariknya, jika diukur dari jumlah barang bukti, Polres Pinrang justru mencatatkan rekor paling tinggi.

Satuan wilayah ini berhasil menyita sabu seberat 600 gram ditambah 2.070 butir obat daftar G.

Sedangkan Ditresnarkoba Polda Sulsel juga tak kalah agresif. Mereka berhasil menyita 355 gram sabu dan 100 butir ekstasi dalam sejumlah kasus besar selama operasi berlangsung.

Dari seluruh rangkaian penangkapan, Ditresnarkoba Polda Sulsel juga merinci profil 432 tersangka yang diamankan.

Rinciannya cukup mengejutkan: 7 orang ditetapkan sebagai bandar, 206 orang sebagai pengedar aktif, dan sisanya 219 orang berstatus pengguna.

Fakta ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa peredaran narkoba di Sulawesi Selatan masih menjadi ancaman serius yang perlu ditindak tegas dan terus diberantas hingga ke akar-akarnya.

“Fokus kami tidak hanya pada penindakan, tetapi juga memutus mata rantai peredaran. Dengan ditangkapnya 7 bandar dan ratusan pengedar, kami berharap dapat menekan pasokan narkoba di Sulawesi Selatan,” tegas Kombes Pol Didik.

Sebagai bahan evaluasi, Kabid Humas juga menyebutkan tiga polres, yaitu Polres Bantaeng, Polres Bulukumba, dan Polres Enrekang, yang masing-masing belum berhasil mengungkap satu Target Operasi (TO).

“Ini akan menjadi catatan dan bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan kinerja pada operasi-operasi berikutnya. Polda Sulsel berkomitmen untuk terus memberantas narkoba hingga ke akarnya demi menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkotika,” tutupnya.

Dengan capaian ini, Ditresnarkoba Polda Sulsel kembali membuktikan tajinya sebagai garda terdepan dalam memerangi jaringan narkotika di wilayah Sulawesi Selatan.

Setiap gram sabu yang disita, setiap pengedar yang dibekuk, hingga setiap bandar yang dijebloskan ke balik jeruji, menjadi bukti nyata komitmen tanpa kompromi.

Operasi Antik Lipu 2025 memang telah berakhir, namun pesan tegas Ditresnarkoba Polda Sulsel tetap bergema: perang melawan narkoba belum usai, dan setiap jengkal wilayah hukum Polda Sulsel akan terus disapu bersih dari ancaman barang haram ini. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *