Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Babinsa Koramil Sidrap kembali menapaki jejak pengabdian dari subuh hari. Pada Rabu pagi, 16 Juli 2025, para Babinsa tampak menyatu bersama warga dalam kegiatan safari shalat subuh berjamaah di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah binaan mereka.
Kegiatan yang berlangsung khusyuk itu bukan sekadar ibadah rutin, melainkan cara menyapa, merangkul, dan membangun jembatan batin antara TNI dengan masyarakat, lewat pendekatan spiritual yang hangat dan menyentuh.
Dengan memilih waktu subuh—saat keheningan menyelimuti dan keikhlasan terasa paling jernih—para Babinsa menjadikan masjid sebagai titik temu untuk menjalin silaturahmi yang lebih dalam.
Pendekatan ini diyakini sebagai strategi komunikasi sosial yang efektif, yang bukan hanya mendekatkan aparat teritorial dengan warga, tapi juga memperkuat nilai kepercayaan di tengah masyarakat.
Di tengah suasana subuh yang hening dan penuh khidmat, Serka Basri, salah satu Babinsa yang melaksanakan safari shalat subuh di Masjid Nurul Iman, Desa Bulo Wattang, tampak menyatu dengan barisan jamaah.
Usai menunaikan ibadah, ia pun menyampaikan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai prajurit, melainkan bagian dari komitmen membangun kedekatan yang tulus dengan masyarakat.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga ruang terbuka untuk berdialog, berbagi aspirasi, dan memperkuat semangat kebersamaan antara TNI dan warga di tingkat desa.

“Tujuan dari pada sholat subuh berjamaah (Safari Subuh) yang dilakukannya terutama untuk meningkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dan dapat bersilaturahim bersama para jamaah masjid serta warga sekitarnya, selain itu safari subuh juga sebagai bentuk upaya untuk menjalin komunikasi dengan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Alim Ulama yang berada di wilayah binaan,” ucapnya.
Safari subuh menjadi salah satu cara khas Babinsa Koramil Sidrap dalam merajut kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaannya.
Melalui ibadah berjamaah yang dilaksanakan di masjid-masjid setempat, para Babinsa tak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tapi juga sebagai sahabat rohani dan penguat semangat kebersamaan di tengah warga.
Di setiap lantunan doa dan dialog hangat selepas shalat, tercipta ruang silaturahmi yang semakin mempererat ikatan emosional antara Babinsa dan jamaah, menjadikan kehadiran mereka tak hanya dirasakan, tapi juga dinanti.
Tak hanya itu, Babinsa Serka Basri juga menjelaskan, “melalui kegiatan ibadah ini dapat memperkuat ikatan sosial dan terjalinnya komunikasi dengan harmonis sehingga kehadiran Babinsa dapat memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para jamaah yang sedang melaksanakan ibadah”, tutupnya.
Melalui langkah sunyi di waktu fajar, Babinsa Koramil Sidrap terus meneguhkan peran sebagai garda terdepan di tengah masyarakat, bukan hanya dalam urusan pertahanan, tetapi juga dalam merawat jalinan batin dengan warga binaannya.
Safari subuh bukan sekadar rutinitas spiritual, melainkan cermin dari komitmen tanpa pamrih yang menyatu dalam denyut kehidupan desa.
Di balik keheningan masjid dan sapaan hangat selepas shalat, tumbuh kepercayaan, harapan, dan rasa aman yang kian mengakar kuat—sebuah pengabdian yang tak hanya terlihat oleh mata, tapi dirasakan oleh hati setiap warga yang disentuh kehadiran mereka. (*)















