SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID — Mentari baru menembus embun Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng. Di tengah hamparan padi yang mulai hijau, tampak sosok berseragam loreng, Serda M. Ali Hanapi, berjalan pelan menyusuri pematang sawah. Jumat, 7 November 2025.
Ia bukan sekadar penonton pertanian, melainkan bagian dari denyut hidup para petani Talawe — menjadi tangan penggerak di balik semangat tanam yang tak pernah padam.
Sebagai Babinsa Koramil 03/Maritengngae, Serda Ali Hanapi aktif melaksanakan pendampingan luas tambah tanam di kelompok tani (Poktan) Makmur, Dusun 1 Bulukonyi. Jumat, 7 November 2025.
Program ini bukan hanya tentang menanam benih, melainkan menanam harapan baru bagi ekonomi rakyat desa.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani dalam setiap tahapan pertanian. Dengan pendampingan ini, kami berharap petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen mereka,” ujar Serda M. Ali Hanapi.
Pendampingan yang dilakukan meliputi pengawasan, pembinaan lapangan, hingga edukasi teknik pertanian modern. Serda Ali Hanapi juga membantu petani memahami pentingnya rotasi tanaman dan penggunaan pupuk berimbang demi menjaga kesuburan lahan jangka panjang.
Para petani menyambut langkah tersebut dengan antusias. Ia mengaku pendampingan Babinsa membuat mereka lebih percaya diri menghadapi musim tanam.
Program luas tambah tanam yang digencarkan TNI AD ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional di tingkat masyarakat paling bawah.
Dalam konteks Sidrap—yang dikenal sebagai lumbung beras Sulawesi Selatan—peran Babinsa menjadi jembatan strategis antara petani dan pemerintah.
Kini, semangat di Talawe kian tumbuh subur. Di balik setiap bulir padi yang tertanam, tersimpan kerja keras, kolaborasi, dan rasa gotong royong yang tak tergantikan.
Seperti kata Serda Ali Hanapi, “TNI tidak hanya menjaga batas negara, tapi juga menjaga kehidupan yang tumbuh dari tanah ini.”
Dengan langkah-langkah kecil di sawah Talawe, Sidrap tak hanya menanam padi — mereka menanam masa depan.















