SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID – Kabupaten Sidenreng Rappang kembali menunjukkan tajinya sebagai lumbung pangan nasional. Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I., menghadiri langsung kegiatan pelepasan pengiriman telur dari Sidrap untuk Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan kebutuhan masyarakat Indonesia, yang digelar di Pelataran Mogan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (16/01/2026).
Pelepasan pengiriman telur tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., menandai kontribusi nyata Sidrap dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis protein hewani.
Kegiatan strategis ini turut dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkana’ah, S.H., M.Si., Ketua DPRD Sidrap H. Takyuddin Masse, S.E., Waka Polres Sidrap Kompol Sumardi, S.H., jajaran anggota DPRD, Sekda Sidrap, Kepala Kemenag, Kepala Cabang Bulog Sidrap, para peternak ayam petelur se-Kabupaten Sidrap, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sidrap lainnya.

Dalam pengiriman tahap awal ini, Kabupaten Sidrap menyalurkan sekitar 80 ton telur yang diangkut menggunakan 10 unit truk. Telur-telur tersebut dikirim ke sejumlah daerah, antara lain Samarinda, Nunukan, Kendari, Balikpapan, dan Makassar, sebagai bagian dari distribusi pangan bergizi untuk masyarakat lintas wilayah.
Dandim 1420/Sidrap Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar menyampaikan apresiasinya atas sinergi kuat antara pemerintah daerah, peternak, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pengiriman telur ini bukan sekadar aktivitas logistik, tetapi bukti nyata peran Sidrap dalam menjaga ketahanan pangan dan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Bupati Sidrap dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan, khususnya beras dan telur, merupakan kekuatan utama daerah.
Ia menyebut, pada tahun 2025 populasi ayam petelur di Sidrap mencapai sekitar 4,6 juta ekor, yang menjadi penopang utama ekonomi daerah.
“Sidrap dikenal sebagai penghasil beras dan telur. Dari sektor inilah pertumbuhan ekonomi daerah melonjak signifikan, bahkan dari posisi terbawah menjadi peringkat pertama di Sulawesi Selatan,” ungkap Bupati.
Bupati juga menginstruksikan Dinas Peternakan untuk terus berkoordinasi dengan para pedagang guna menjaga stabilitas harga telur serta melindungi peternak lokal.
Tak berhenti pada pengiriman awal, dalam tiga bulan ke depan Pemkab Sidrap menargetkan pengiriman hingga 50 truk telur ke berbagai daerah.
Pelepasan pengiriman telur ini menjadi simbol kuat bahwa Sidrap bukan hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga ikut menggerakkan roda ketahanan pangan nasional. Saat Sidrap bergerak, gizi Indonesia ikut melaju.















