POSO, JURNALPOLRI.MY.ID – Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 sukses digelar di Desa Leboni, Kecamatan Pamona Puselemba, Kabupaten Poso, Senin (26/1/2026) pagi. Dari lahan seluas satu hektare, hasil produksi jagung mencapai sekitar 7 ton, menjadi bukti nyata program ketahanan pangan nasional mulai menunjukkan taringnya di daerah.
Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 08.30 WITA di lahan perkebunan milik warga, Ibu Gusti Ayu Ketut Danayanti. Jagung yang dipanen merupakan varietas unggul Bisi 18 dan Garuda, dengan hasil panen langsung diserap oleh tengkulak setempat.
Panen raya ini mendapat pengawalan dan pendampingan langsung dari jajaran Polsek Pamona Utara. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pamona Utara AKP Risdiyanto bersama sejumlah personel, di antaranya Panit Lantas IPDA Antonesius Pangandaheng, Panit Binmas Aiptu Markus Mentaruk, Kanit Propam Aipda Dewa Adi Wibowo, serta Bhabinkamtibmas Desa Leboni Aiptu Robert Bambari. Turut hadir pula PPL Desa Leboni dan sekitar 10 warga masyarakat setempat.

AKP Risdiyanto menyampaikan bahwa panen raya jagung ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendukung langsung program nasional di sektor pertanian.
“Panen serentak ini adalah bentuk nyata sinergi Polri dengan Kementerian Pertanian dan masyarakat. Harapannya, hasil panen terus meningkat dan mampu mendorong swasembada pangan nasional,” ujar AKP Risdiyanto di sela kegiatan.
Program Panen Jagung Serentak Kuartal I sendiri merupakan bagian dari target besar pemerintah pusat bersama Polri dan Kementerian Pertanian untuk menanam jagung di lahan seluas 1 juta hektare dengan estimasi produksi mencapai 10 juta ton secara nasional.
Kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan panen juga menjadi simbol dukungan penuh terhadap petani sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WITA, situasi terpantau kondusif tanpa gangguan.
Usai kegiatan seremonial, panen dilanjutkan secara mandiri oleh kelompok masyarakat Desa Leboni. Warga mengaku senang karena hasil panen tahun ini cukup memuaskan dan memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.
Panen raya di Desa Leboni ini menjadi potret kecil dari gerakan besar menuju kemandirian pangan Indonesia. Dari ladang sederhana di Pamona Puselemba, semangat swasembada pangan nasional terus tumbuh—mengakar di tanah, dan berbuah untuk negeri.
Penulis: Julius Kapita















