SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID – Kepedulian Komandan Kodim (Dandim) 1420/Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I., kembali terlihat nyata. Ia langsung menjenguk istri salah satu prajurit yang tengah menjalani perawatan intensif akibat penyakit serius di RSUD Nene Mallomo, Minggu (25/1/2026).
Didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLIV Kodim 1420/Sidrap, Ny. Riana Andi Zulhakim, Dandim mengunjungi Ny. Yuliana Tasik Tandi yang diketahui menderita Abdominal Pain dan Chronic Kidney Disease (CKD) Grade 5 atau gagal ginjal stadium akhir.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh empati dan kekeluargaan. Letkol Andi Zulhakim Asdar, S.H.I., M.H.I. memberikan dukungan moril secara langsung kepada pasien dan keluarga agar tetap kuat menghadapi ujian kesehatan yang sedang dialami.
“Kunjungan ini adalah bentuk perhatian dan tanggung jawab kami sebagai pimpinan untuk selalu hadir di tengah anggota, baik dalam suka maupun duka,” ujar Dandim di sela-sela kunjungannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya semangat, keyakinan, serta doa sebagai bagian dari proses pemulihan, selain ikhtiar medis yang terus dilakukan oleh pihak rumah sakit.
Menurutnya, keluarga prajurit merupakan bagian tak terpisahkan dari kekuatan satuan. Karena itu, perhatian terhadap Persit yang sedang sakit menjadi bentuk nyata kepedulian institusi terhadap kesejahteraan anggotanya secara menyeluruh.
Kehadiran Dandim dan Ketua Persit disambut haru oleh keluarga Ny. Yuliana. Mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi cobaan, serta mendapat kekuatan baru dari perhatian pimpinan Kodim 1420/Sidrap.
Penyakit ginjal kronis stadium akhir membutuhkan penanganan serius, termasuk terapi medis jangka panjang seperti dialisis. Dandim memastikan bahwa keluarga prajurit mendapatkan dukungan maksimal, baik dari sisi moril maupun akses layanan kesehatan yang tersedia.
Kunjungan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan di lingkungan Kodim 1420/Sidrap. Lebih dari sekadar tugas kedinasan, kepedulian ini mencerminkan nilai kemanusiaan dan solidaritas yang terus dijaga dalam tubuh TNI
.
Dari ruang perawatan rumah sakit, pesan kepedulian itu mengalir: bahwa seorang komandan tidak hanya hadir saat upacara dan latihan, tetapi juga ketika anggotanya sedang diuji oleh kehidupan. (*)















