SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID – Rappang Run 2026 tak sekadar menjadi ajang adu cepat para pelari, tetapi berubah menjadi panggung besar kreativitas anak muda dan kebangkitan UMKM lokal. Ribuan peserta memadati kawasan Monumen Bambu Runcing Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Ahad (1/2/2026), dalam event yang sarat warna, ide, dan perputaran ekonomi rakyat.
Di sepanjang jalur lomba, mural karya pelajar menghiasi sudut-sudut jalan, sementara peserta tampil dengan kostum unik mulai dari pakaian petani, seragam sekolah, hingga busana adat. Suasana Rappang seolah berubah menjadi festival jalanan yang memadukan olahraga, seni, dan budaya lokal.
Event ini dilepas langsung oleh Bupati Sidenreng Rappang H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah dan Ketua TP PKK Hj. Haslindah Syaharuddin.
Rappang Run digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-682 Kabupaten Sidenreng Rappang dengan mengusung tema “Sumange’na Bumi Nene Mallomo 2.0”, simbol semangat dan kebanggaan masyarakat Sidrap terhadap daerahnya.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menunjukkan kreativitas anak-anak Sidrap yang konsisten dari 2025 hingga 2026. Ini bukti kerja yang baik dan pelayanan terbaik untuk para runners,” ujarnya.
Rappang Run 2026 juga berhasil menarik peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, seperti Majene, Polewali Mandar, Soppeng, Wajo, Pinrang, Parepare, Bulukumba, Bantaeng, Palopo, Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Poso, Makassar, Pangkep, Barru, Maros, Enrekang, Takalar, Jeneponto, Sinjai, hingga Pasangkayu.
Kehadiran peserta lintas daerah ini membuat suasana semakin semarak dan berdampak langsung pada geliat ekonomi lokal.
Tak hanya lintasan lari yang ramai, kawasan sekitar Monumen Bambu Runcing dipenuhi lapak UMKM dan pedagang lokal. Sejak pagi, penjual makanan, minuman, kopi, jajanan tradisional, hingga aksesori olahraga diserbu pengunjung dan peserta lomba. Parkiran warga penuh, penjualan meningkat, dan pelaku UMKM mendapat ruang promosi gratis di tengah ribuan massa.
Rute lomba sendiri melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, AP Pettarani, Poros Kulo, Andi Sulolipu, Jalan Rumah Sakit, dan kembali finis di Jalan Ahmad Yani dengan titik start–finish di Monumen Bambu Runcing Rappang.
Rappang Run 2026 menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga bisa menjadi motor penggerak kreativitas dan ekonomi rakyat. Event ini tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mengangkat potensi seni, budaya, dan UMKM lokal ke panggung publik.
Semangat “Sumange’na Bumi Nene Mallomo” menggema di setiap langkah peserta, menjadi simbol kebersamaan dan optimisme masyarakat Sidrap dalam membangun daerah yang aktif, kreatif, dan berdaya saing.
Rappang Run kini bukan sekadar lomba lari, melainkan pesta rakyat yang menyatukan sport, seni, dan ekonomi dalam satu lintasan. (*)















