Gowa, JURNALPOLRI.MY.ID, 16 Maret 2026 – Warga di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini diliputi kegelisahan dan kebingungan. Sejumlah warga yang selama ini rutin menerima bantuan sosial dari pemerintah tiba-tiba kehilangan akses terhadap manfaat tersebut. Penyebab utamanya diketahui adalah adanya perubahan status desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan ekonomi yang diterapkan secara berkala.
Bantuan yang Tiba-tiba Putus
Bagi banyak keluarga di Tompobulu, bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PBI) bukan sekadar tambahan, melainkan penopang utama ekonomi keluarga. Namun, belakangan ini, banyak warga yang mengaku kaget ketika mengetahui nama mereka tidak lagi tercantum dalam daftar penerima bantuan.
“Saya sudah bertahun-tahun menerima bantuan ini. Sangat membantu untuk beli beras dan kebutuhan sekolah anak. Tapi sekarang tiba-tiba hilang begitu saja. Saya tanya, katanya status desil saya sudah berubah. Padahal kondisi ekonomi kami masih sama, masih pas-pasan dan sulit,” ungkap salah satu warga Tompobulu dengan nada kecewa.
Perubahan Desil Jadi Penyebab Utama
Perubahan status desil ini merupakan dampak dari pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sistem ini membagi rumah tangga menjadi 10 kategori (desil 1 hingga 10), di mana biasanya hanya desil 1 hingga 4 yang diprioritaskan untuk menerima bantuan sosial.
Warga yang sebelumnya berada di desil rendah (seperti desil 1 atau 2) dan berhak menerima bantuan, kini pindah ke desil yang lebih tinggi. Hal ini membuat mereka dianggap sudah “lebih mampu” secara ekonomi, sehingga hak mereka atas bantuan sosial dicabut secara otomatis.
Beberapa faktor yang memicu perubahan ini antara lain:
- Pemutakhiran Data: Adanya perubahan data aset, pendapatan, atau pekerjaan yang tercatat dalam sistem.
- Faktor Teknis: Kesalahan input data atau ketidaksesuaian data antar-instansi saat verifikasi.
- Sifat Relatif Desil: Posisi desil bisa berubah karena perbandingan dengan kondisi ekonomi warga lain di wilayah yang mungkin mengalami peningkatan, meskipun kondisi ekonomi keluarga tersebut sebenarnya tidak berubah.
Kekhawatiran Masyarakat
Kehilangan bantuan secara tiba-tiba ini menimbulkan kekhawatiran mendalam. Warga khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, serta terhambatnya akses terhadap pendidikan dan kesehatan yang selama ini terbantu oleh program pemerintah. Mereka mempertanyakan ketepatan data yang digunakan sebagai dasar penentuan desil tersebut.
“Kami tidak menolak kemajuan, tapi tolong lihat kondisi nyata di lapangan. Banyak dari kami yang masih sangat membutuhkan bantuan ini. Jika hilang begitu saja tanpa alasan yang jelas, bagaimana kami harus bertahan?” tambah warga lain.
Langkah yang Bisa Ditempuh
Pemerintah telah menyediakan jalur bagi warga yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Warga dapat mengajukan keberatan dengan langkah-langkah berikut:
- Melapor ke Kantor Desa setempat dengan membawa bukti dokumen yang relevan.
- Mengikuti proses Musyawarah Desa (Musdes) untuk pembahasan kelayakan.
- Menunggu verifikasi lapangan yang dilakukan oleh petugas.
- Jika disetujui, data akan diperbarui dalam sistem SIKS-NG Kementerian Sosial.
Proses ini diketahui memakan waktu sekitar 1 hingga 3 bulan. Namun, bagi warga yang sedang membutuhkan bantuan mendesak, waktu tersebut terasa sangat lama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait maraknya keluhan warga di Kecamatan Tompobulu ini. Masyarakat berharap adanya perhatian khusus dan pengecekan ulang agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan, dan tidak menghilangkan hak warga yang sebenarnya masih layak menerimanya.
Penulis: Riswan















