Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Takbir Bontomanai Meledak!

73
×

Takbir Bontomanai Meledak!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JENEPONTO, JURNALPOLRI.MY.ID — Malam takbiran di Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kab. Jeneponto, pecah dalam kemeriahan luar biasa. Gema takbir menggema di seluruh penjuru desa, diiringi pawai kendaraan hias yang memukau dan penuh warna, Jumat malam (20/03/2026).

Ratusan warga tumpah ruah mengikuti takbir keliling yang telah menjadi tradisi tahunan. Suasana religius berpadu dengan kreativitas warga, menjadikan momen menyambut Idul Fitri 1447 H tahun ini terasa lebih semarak dan berkesan.

banner 300x600

Berbeda dari tahun sebelumnya yang mengusung konsep pawai obor dengan berjalan kaki, tahun ini takbir keliling tampil lebih atraktif dengan iring-iringan kendaraan hias yang dihias unik dan penuh cahaya. Sepanjang rute desa, gema takbir terus berkumandang, menciptakan atmosfer haru sekaligus penuh sukacita.

Aparat Desa Bontomanai, Supriadi Kareng Unjung, mengimbau warga untuk tetap berkumpul di titik yang telah disiapkan di Lapangan Boma 43 serta meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah yang ditinggalkan.

“Pastikan kondisi rumah aman, terutama api dan listrik sebelum ikut takbir keliling,” pesannya.

Kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparat desa, BPD, imam desa dan dusun, pemuda, hingga anak-anak TPQ. Antusiasme warga terlihat tinggi, menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Kepala Desa Bontomanai, H. Abd. Rasyid Lallo, menegaskan bahwa takbir keliling bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan antarwarga.

“Ini bukan hanya syiar Islam, tapi juga ruang kebersamaan masyarakat. Anak-anak dan remaja juga ikut merasakan langsung nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan toleransi selama kegiatan berlangsung. Berkat koordinasi yang baik, takbir keliling di Bontomanai setiap tahunnya berjalan lancar tanpa gangguan.

Pawai takbir keliling ini melintasi tujuh dusun, dimulai dari Kampung Beru, Baji Minasa, Lembang, Bulueng, Maccini Ayo, Pattiro, hingga berakhir di Sarroanging. Sepanjang perjalanan, suasana penuh suka cita dan rasa syukur begitu terasa.

Tradisi ini menjadi bukti hidupnya perpaduan nilai religius dan budaya lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Malam takbiran di Bontomanai bukan sekadar perayaan, tapi simbol kebersamaan yang tak lekang oleh waktu.

Gema takbir dari masjid, musala, hingga suara warga yang berkeliling menjadikan malam itu begitu hidup—mengantarkan masyarakat menyambut hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan dan harapan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *