Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Dr Fantry Taherong: Polisi yang Fasih Bahasa Ekonomi

68
×

Dr Fantry Taherong: Polisi yang Fasih Bahasa Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Sidrap, Kamis, 26 Maret 2026, berubah menjadi panggung unik. Semua mata tertuju pada Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, sosok yang hadir bukan sekadar memeriksa kehadiran, tapi membawa energi, visi, dan analisis ekonomi tajam yang jarang muncul dari seorang polisi.

Fantry membuka pembicaraan dengan nada santai tapi tegas: “Capaian pertumbuhan ekonomi 7,7 persen, bukan sekadar angka di laporan, tapi dirasakan rakyat. Petani, nelayan, pedagang kaki lima, UMKM kecil—semua kena dampaknya.” Sekali dia menekankan kata “dirasakan rakyat”, seolah menampar kesadaran peserta: angka harus nyambung dengan realita.

banner 300x600

Yang menarik, Fantry bisa menyelipkan pesan serius dengan bahasa sehari-hari. Soal UMKM misalnya: “Dagangan kecil laku, ekonomi Sidrap ikut naik. Efek domino, teman-teman, jangan remehkan gerakan kecil.” Pendek, to the point, tapi maknanya luas. Di dunia ekonomi, ini disebut microeconomic spillover—aktivitas kecil punya efek besar.

Tapi ketika bicara strategi besar, ia bisa memanjang. Menjelaskan hubungan kebijakan daerah, data Bappelitbangda, prediksi pertumbuhan ekonomi, rasio pengangguran, konsumsi rumah tangga, dan multiplier effect. Semua rinci, tapi tetap enak didengar. Ritme kalimatnya campur panjang-pendek: memberi napas sekaligus tekanan.

Peserta melihat Fantry bukan hanya polisi berseragam rapi. Ia bicara dua bahasa: teknokrat dan rakyat biasa. Kadang bercanda, kadang serius. Setiap kata menempel. Fondasi yang ditanam hari ini, katanya, akan membuat Sidrap meninggalkan kabupaten lain: “Siapkan diri atau tertinggal.” Alarm nyata, bukan basa-basi.

Dalam sesi tanya jawab, Fantry menunjukkan analisis lapangan yang tajam. Bisa menghubungkan data makro dengan kondisi mikro: petani jagung di Massepe, nelayan di Teteaji, pedagang pasar di Pangkajene, tenaga kerja muda. Semua terhubung ke satu tujuan: pertumbuhan ekonomi yang nyata, bukan angka kosong.

Ia tak menutup mata pada tantangan: administrasi lambat, koordinasi OPD kurang maksimal, kesadaran masyarakat belum merata. Tapi setiap masalah selalu ditutup optimis: “Tantangan wajar. Yang penting kita bergerak bersama, sinkron, akurat.”

Di luar podium, Fantry tetap menarik perhatian. Ramah dengan staf, menyapa peserta, tapi disiplin. Polisi yang memahami ekonomi, melihat Sidrap dari kacamata pembangunan, bukan hanya hukum dan ketertiban. Polres tak hanya menjaga keamanan, tapi mendorong ketahanan pangan, ekonomi lokal, dan sinergi pembangunan.

Musrenbang kali ini, Fantry membuat forum teknokratis terasa hidup. Bukan sekadar diskusi anggaran atau program, tapi arena inspirasi. Tempat visi besar bertemu strategi nyata. Sidrap bisa menatap masa depan dengan percaya diri.

Ia menutup sesi dengan kalimat sederhana tapi menohok: “Sidrap siap melesat, dan kita semua bagian dari lompatan itu.” (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *