Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Festival Nene Mallomo Pecah, Bupati Sidrap Kirim Pesan Keras Soal Budaya

59
×

Festival Nene Mallomo Pecah, Bupati Sidrap Kirim Pesan Keras Soal Budaya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID – Festival Nene Mallomo resmi digelar di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (1/4/2026). Perhelatan budaya yang diinisiasi Sanggar Seni Pajjoge Andino itu dibuka langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan menjadi sorotan karena membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan budaya lokal.

Festival ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana.

banner 300x600

Sejumlah tokoh penting tampak hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI sekaligus Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Rinawati Idrus, para asisten, staf ahli, kepala OPD, unsur Kodim 1420/Sidrap, Polres Sidrap, kepala sekolah, guru hingga tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa Festival Nene Mallomo bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi benteng penting untuk menjaga adat istiadat, permainan tradisional, dan identitas budaya lokal dari ancaman globalisasi.

Festival Nene Mallomo menghadirkan pertunjukan tari tradisional yang memikat perhatian masyarakat di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Sidrap.
Penampilan tari kolosal memukau pengunjung dalam Festival Nene Mallomo di Lapangan Usman Isa, Sidrap.

“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda. Mereka bisa menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujar Syaharuddin Alrif.

Ia menilai budaya lokal harus terus dihidupkan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Karena itu, festival seperti ini dinilai penting sebagai ruang edukasi sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan, adat istiadat, dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini sangat penting agar warisan budaya kita tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi,” tegasnya.

Syaharuddin juga mengingatkan bahwa kegiatan seni dan budaya mampu membentuk mental juara dan semangat sukses bagi generasi muda Sidrap.

“Kegiatan ini mendidik anak-anak kita untuk memiliki mental juara, mental sukses, dan semangat untuk berhasil. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung kegiatan positif seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya BPK Wilayah XIX Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino atas terselenggaranya festival tersebut.

“Saya mewakili Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Festival Nene Mallomo menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas seni dalam menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Melalui festival ini, semangat pelestarian budaya diharapkan semakin tumbuh, terutama di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap terjaga dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *