Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Jejak Integritas Kasat Narkoba Jeneponto yang “Terlalu Cepat” Pergi Usai Putus Mata Rantai Narkoba Lapas Bollangi

89
×

Jejak Integritas Kasat Narkoba Jeneponto yang “Terlalu Cepat” Pergi Usai Putus Mata Rantai Narkoba Lapas Bollangi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JENEPONTO, JURNALPOLRI.MY.ID – Angin segar akhirnya berhembus di wilayah hukum Polres Jeneponto, Polda Sulsel. Peredaran narkoba, khususnya jenis sabu-sabu yang sebelumnya seolah tak terbendung, kini mulai dapat diminimalisir. Para bandar besar, bandar kecil, hingga kurir karir kini dibuat ciut nyali. Jaringan mereka runtuh satu per satu berkat kerja keras dan strategi cerdas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Jeneponto.

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin AKP DR. H. Imran Hamid, S.H., M.H., selaku Kasat Narkoba yang dikenal memiliki integritas tinggi. Bersama jajarannya, ia berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba yang beroperasi dari balik tembok Lapas Kelas IIA Bollangi, Kabupaten Gowa.

banner 300x600

Pengungkapan kasus ini menjadi pukulan telak bagi para pengedar yang selama ini memanfaatkan lembaga pemasyarakatan sebagai markas operasi, sehingga mata rantai peredaran narkoba di Jeneponto berhasil diputus.

Masyarakat Jeneponto pun memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Nuansa kondusif mulai tercipta, rasa aman kembali dirasakan warga berkat ketegasan jajaran Satresnarkoba di bawah komando Kapolres Jeneponto, AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.I.K.

Namun, di balik euforia keberhasilan tersebut, muncul tanda tanya besar di benak masyarakat awam. Belum kering tinta atas keberhasilan pengungkapan jaringan lapas tersebut, kabar mutasi AKP H. Imran Hamid menyebar cepat bak kilat. Dengan dalih “penyegaran” dan “kebutuhan organisasi”, sosok yang dianggap sebagai “momok” bagi para bandar narkoba itu segera ditarik dari posisinya di Jeneponto.

Pertanyaan publik pun mencuat: Apakah wajar seorang perwira dengan rekam jejak gemilang dan integritas yang baru saja membuktikan diri mampu membongkar sindikat berbahaya, justru dimutasi secepat itu? Apakah ini bentuk rotasi biasa, atau ada dinamika lain yang tidak terlihat oleh mata publik?

Meski demikian, masyarakat Jeneponto tetap mengucapkan terima kasih yang tulus kepada AKBP Haryo Basuki beserta seluruh jajaran Polres Jeneponto yang telah memberi warna baru dalam penegakan hukum di daerah ini. Keberhasilan Satresnarkoba di bawah kepemimpinan sementara AKP Imran Hamid telah membuktikan bahwa narkoba bisa dilawan jika ada kemauan dan keberanian.

Kini, tinggal menunggu langkah selanjutnya. Akankah estafet perjuangan ini dilanjutkan dengan semangat yang sama oleh penerus jabatan? Ataukah momentum baik ini akan kandas di tengah jalan? Masyarakat hanya bisa berharap, rotasi personel bukan alasan untuk melonggarkan pengawasan terhadap peredaran gelap narkoba.

 

Penulis: Riswan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *