Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Misteri Kehilangan Camat Tompobulu Pasca-Lebaran! Kantor Sepi Tanpa Nahkoda, Warga dan Staf Dibiarkan Bingung

72
×

Misteri Kehilangan Camat Tompobulu Pasca-Lebaran! Kantor Sepi Tanpa Nahkoda, Warga dan Staf Dibiarkan Bingung

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

GOWA, JURNALPOLRI.MY.ID – Pasca libur Idul Fitri 1447 H seharusnya menjadi momen kembalinya semangat kerja dan pelayanan maksimal bagi aparatur pemerintah. Namun, realitas pahit justru terjadi di Kantor Camat Tompobulu, Kabupaten Gowa. Sejak hari pertama masuk kerja hingga hari-hari berikutnya, wilayah ini seolah kehilangan “kapten”-nya. Sang Camat menghilang tanpa jejak, tak terlihat di ruang kerja, pun tak terdengar kabarnya turun ke desa-desa, meninggalkan tanda tanya besar dan kekacauan administratif di tengah masyarakat.

Keluhan memuncak dari berbagai kalangan. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa melihat kondisi kantor kecamatan yang sepi dari kehadiran pemimpin tertingginya. “Sejak kami masuk pasca-Lebaran, Bapak Camat tidak pernah terlihat sama sekali. Tidak di kantor, juga tidak turun ke lapangan menyapa warga atau memantau kondisi desa. Padahal, banyak urusan yang menunggu keputusan,” ungkapnya dengan nada kesal.

banner 300x600

Keluhan serupa juga terdengar dari perangkat desa. Banyak program pasca-Lebaran yang seharusnya segera dieksekusi terhambat lantaran butuh tanda tangan dan arahan langsung Camat. Tanpa kehadiran sang pimpinan, roda birokrasi di tingkat kecamatan berjalan tertatih-tatih, bahkan nyaris mandek.

Tanpa Keterangan, Tanpa Plt: Spekulasi Liar Menguat

Yang membuat situasi semakin pelik adalah ketidakhadiran informasi resmi. Hingga saat ini, tidak ada surat tugas, pengumuman dinas luar, maupun pemberitahuan sakit yang disampaikan secara terbuka kepada publik maupun jajaran di bawahnya. Tidak pula ada penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) yang jelas untuk mengambil alih kendali pemerintahan kecamatan.

Kondisi ini memicu spekulasi liar di kalangan warga. Apakah Camat Tompobulu sedang menjalani tugas mendadak yang sangat rahasia? Apakah sedang sakit keras? Atau justru ada masalah lain yang sengaja ditutup-tutupi? Ketidakjelasan ini bukan hanya merugikan pelayanan, tetapi juga menghina hak masyarakat atas informasi yang jelas dan transparan.

Dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), kehadiran fisik pemimpin adalah simbol tanggung jawab. Tompobulu, sebagai kecamatan strategis, sangat membutuhkan arahan langsung, apalagi di masa pasca-liburan di mana tumpukan urusan administrasi dan kebutuhan sosial masyarakat menumpuk. Membiarkan vakum kekuasaan tanpa penjelasan adalah bentuk kelalaian yang tak bisa dimaafkan.

“Kami hanya ingin kejelasan. Jika berhalangan, sampaikan! Tunjuk Plt jika perlu. Jangan biarkan kami bingung harus melapor ke siapa. Jangan sampai pemerintahan di Tompobulu lumpuh hanya karena masalah komunikasi yang sepele tapi berdampak fatal,” tegas seorang tokoh masyarakat dengan nada geram.

Tuntutan Klarifikasi: Inspektorat dan Pemkab Gowa Diminta Turun Tangan

Masyarakat kini menatap tajam ke arah Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Bagian Organisasi dan Inspektorat. Mereka menuntut agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi resmi mengenai status dan keberadaan Camat Tompobulu. Transparansi adalah satu-satunya cara untuk meredam isu miring yang mulai merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Warga berhak tahu siapa yang memimpin mereka saat ini. Mereka juga berhak memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal, terlepas dari apakah sang Camat hadir atau tidak. Jika ada mutasi atau kebijakan mendadak, maka sosialisasi yang matang adalah kewajiban, bukan pilihan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Camat Tompobulu masih bungkam. Tidak ada pernyataan resmi yang keluar untuk menjawab kegelisahan warga. Sementara itu, kesabaran masyarakat Tompobulu semakin menipis. Pertanyaan sederhana namun mendesak terus bergema: Kapan Camat kembali? Atau memang sudah tidak akan kembali?

Rakyat tidak bisa menunggu selamanya. Pelayanan publik tidak boleh dijadikan sandiwara di mana pimpinannya hilang ditelan masa tanpa jejak penjelasan.

 

Penulis: Riswan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *