Makassar, JURNALPOLRI.MY.ID – Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Irena Rusdi Hartono, turun langsung memantau operasi bibir sumbing yang digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 tahun 2025.
Kegiatan bakti kesehatan ini berlangsung selama dua hari, 20 hingga 21 Juni 2025, di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Makassar, dengan suasana penuh empati dan kepedulian.
Didampingi jajaran pengurus Bhayangkari, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Irena Rusdi Hartono, memberikan dukungan moril secara langsung kepada para pasien yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Ia tampak menyapa satu per satu pasien, memberikan semangat kepada orangtua, serta memastikan proses medis berjalan lancar.
Sebanyak 16 pasien—3 perempuan dan 13 laki-laki—mengikuti operasi bibir sumbing secara gratis. Mereka berasal dari latar belakang ekonomi beragam, dan sebagian besar belum pernah mendapatkan akses pelayanan medis serupa sebelumnya.
Para keluarga pun mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan nyata dari Bhayangkari.
Program ini tak sekadar menyentuh sisi medis, tetapi juga menggambarkan komitmen Bhayangkari untuk hadir nyata membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang mengalami kondisi langka namun dapat ditangani dengan langkah cepat dan penuh kasih.
Tidak hanya memberikan dukungan secara moral, Ketua Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan, Ny. Irena Rusdi Hartono yang juga merupakan istri dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si., juga menyerahkan langsung bingkisan dan tali asih kepada para peserta sebagai bentuk kepedulian dan empati dari Bhayangkari.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan individu yang membutuhkan bantuan medis namun terkendala akses maupun biaya,” ungkap Ny. Irena Rusdi di sela-sela kegiatan.
Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel, Ny. Irena Rusdi Hartono, menegaskan bahwa bakti kesehatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian Bhayangkari terhadap sesama.
Ia berharap momentum HKGB ke-73 ini menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kasih sayang bisa diwujudkan lewat tindakan langsung yang menyentuh hidup banyak orang—mulai dari senyuman anak-anak hingga harapan baru yang terlahir pascaoperasi. (*)















