Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Babinsa Desa Mojong kembali hadir di tengah petani. Senin pagi, 14 Juli 2025, Babinsa Desa Mojong dari Koramil Watang Sidenreng tampak berjalan menyusuri pematang sawah yang basah di Dusun 3 Baramming, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Dengan seragam loreng khas TNI, Babinsa Desa Mojong bergabung dalam aktivitas penanaman benih bersama para petani dari Kelompok Tani Masumange.
Pendampingan ini merupakan bagian dari program Luas Tambah Tanam (LTT) Musim Tanam ASEP 2025 yang digagas sebagai respon terhadap kebutuhan percepatan tanam dan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan di lahan pertanian ini bukan sekadar formalitas. Didorong oleh kekhawatiran akan stagnasi produksi padi di wilayah Sidenreng Rappang, pendampingan Babinsa Desa Mojong menjadi strategi lapangan yang konkret.

Lewat dialog langsung dengan petani dan pendampingan teknis yang mengikuti standar Dinas Pertanian, Babinsa berupaya memastikan seluruh proses tanam berjalan sesuai anjuran.
Di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan sarana, keberadaan aparat teritorial ini menjadi penyambung antara program pemerintah dan harapan petani lokal.
Adapun salah satu pemilik lahan yang turut serta dalam kegiatan ini adalah:
Nama: Aris
Umur: 42 tahun
Pekerjaan: Petani
Luas Sawah: ± 3,5 hektar
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas antara TNI dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produksi padi di Poktan Rijang Paco dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani setempat. (*)
Sinergi antara Babinsa Desa Mojong dan petani tak sekadar tampak dari kehadiran fisik di lahan, tetapi juga dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan teknis penanaman.
Di Poktan Masumange, peran Babinsa meluas menjadi fasilitator sekaligus motivator. Mereka mendampingi mulai dari proses pengolahan lahan, pemilihan benih unggul, hingga metode tanam yang sesuai dengan arahan Dinas Pertanian.
Pendampingan ini bukan hanya menjadi representasi kemitraan TNI dengan masyarakat, tetapi juga menjadi tolok ukur efektivitas program ketahanan pangan di lapangan.
Salah satu penerima manfaat, Aris (42), petani pemilik lahan seluas 3,5 hektar, mengungkapkan bahwa kehadiran Babinsa Desa Mojong telah memberi semangat baru bagi petani yang selama ini bekerja dalam keterbatasan alat dan tenaga.
Ia mengakui bahwa pola tanam yang diarahkan secara teknis mampu meningkatkan efisiensi dan memperbesar peluang hasil panen.
Dampak yang diharapkan bukan hanya pada produktivitas, tapi juga pada keberlanjutan pola pertanian yang lebih sehat dan terencana.
Dengan pola pendampingan yang konsisten, Babinsa Desa Mojong berupaya membangun kepercayaan petani terhadap program pemerintah.
Harapannya, keberhasilan panen mendatang tidak hanya menjadi capaian teknis, tetapi juga titik tolak peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan fondasi ketahanan pangan nasional dari tingkat desa. (*)















