Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Babinsa Kodim 1425/ Jeneponto Kawal Ketat Serapan Gabah Petani

324
×

Babinsa Kodim 1425/ Jeneponto Kawal Ketat Serapan Gabah Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Di tengah musim panen yang mulai menggeliat di wilayah Jeneponto, jajaran Babinsa Kodim 1425/Jeneponto tidak tinggal diam.

Senin (14/4/2025), para prajurit TNI dari satuan teritorial itu tampak aktif mendampingi petani dalam proses serapan gabah, memastikan butir demi butir hasil panen tidak sia-sia.

banner 300x600

Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah dinamika harga pasar dan kebutuhan akan ketersediaan pangan nasional, keterlibatan Babinsa menjadi krusial.

Mereka hadir bukan hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai pengawal distribusi gabah dari sawah ke gudang milik Bulog.

“Babinsa kami turun langsung ke lapangan. Mereka pantau bagaimana gabah dikumpulkan dari petani hingga masuk ke gudang Bulog. Yang paling penting, mereka pastikan petani mendapat harga sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Komandan Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Muhammad Amin, S.IP.

Pendampingan ini, lanjut Letkol Amin, tak sekadar administratif. Para Babinsa juga memberikan edukasi kepada petani mengenai tata cara serapan gabah yang benar, mulai dari pemilahan kualitas, prosedur penjualan, hingga mekanisme pengiriman ke Bulog.

“Sebagai aparat teritorial, sudah jadi tugas Babinsa untuk dekat dengan masyarakat. Termasuk dalam proses pertanian seperti ini. Mereka harus bisa membantu dan memberi solusi kalau ada hambatan di lapangan,” ujar Dandim.

Tujuan akhirnya jelas: menjaga ketahanan pangan nasional. Menurut Letkol Amin, jika proses penyerapan gabah berlangsung baik, maka stok beras nasional terjaga, dan efek dominannya adalah kestabilan harga beras di pasaran tetap terkontrol.

“Ini bukan cuma soal petani untung, tapi soal ketersediaan pangan untuk jutaan orang. Kalau serapan bagus, Bulog bisa kendalikan harga, masyarakat juga tak terbebani. Jadi ini langkah strategis yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Selain mengamankan harga, pendampingan ini juga disebut mampu menekan potensi praktik nakal seperti permainan harga oleh tengkulak atau penimbunan hasil panen.

Dengan kehadiran Babinsa, petani merasa lebih aman dan proses pun berlangsung transparan.

“Pendampingan ini bagian dari pengawasan. Kami ingin hasil panen terserap maksimal, tidak ada permainan, tidak ada kebocoran. Semua demi kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional,” tutup Letkol Amin.

Langkah Kodim 1425/Jeneponto ini jadi bukti bahwa pertahanan negara tak selalu soal senjata dan barak.

Di balik loreng para Babinsa, ada misi mulia menjaga perut rakyat tetap kenyang, dan petani bisa terus menanam tanpa was-was. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *