Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

Babinsa Turun Parit, Warga Polewali Kompak Angkat Lumpur

97
×

Babinsa Turun Parit, Warga Polewali Kompak Angkat Lumpur

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Pagi di Desa Polewali, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, tak seperti biasanya. Suara cangkul bersahutan dengan deru air yang mengalir pelan dari selokan yang baru dibuka.

Di antara warga yang sibuk menggali endapan lumpur dan memungut sampah plastik, tampak sosok berseragam loreng ikut jongkok, tangannya penuh tanah basah. Ia adalah Koptu Herman Nur, Babinsa dari Koramil 1420-02/Tellu Limpoe.

banner 300x600

Hari itu, Jumat (11/4/2025), Koptu Herman memimpin langsung kegiatan karya bakti pembersihan saluran air bersama puluhan warga.

Bukan hanya membersihkan, tapi benar-benar turun langsung ke parit, mengangkat lumpur yang menumpuk dan menghalangi aliran air.

“Kalau airnya mampet, nyamuk betah, penyakit datang. Apalagi sekarang masih musim hujan,” ujarnya, sambil menyeka keringat di dahi.

Pagi yang semula lengang, berubah ramai dengan tawa dan semangat gotong royong. Warga bahu-membahu dengan personel TNI membersihkan selokan yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik, botol bekas, dan lumpur hitam pekat.

Bagi warga, ini bukan sekadar kerja bakti. Ada semangat kebersamaan yang jarang ditemukan di hari-hari biasa.

“Kami senang Babinsa ikut turun langsung. Bukan cuma suruh-suruh, tapi beliau juga kerja sama dengan kami. Rasanya beda,” ujar Jumardin, warga Desa Polewali.

Kegiatan semacam ini, menurut Koptu Herman, bukan hal baru. Tapi selalu memberi makna baru.

Ia menyebut karya bakti sebagai wujud konkret kemanunggalan TNI dan rakyat—bukan sekadar jargon, tapi aksi nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

“Kami ini bukan cuma jaga keamanan, tapi juga jaga lingkungan sekitar. Kalau rakyat sehat, negara juga kuat,” katanya tegas.

Menurutnya, pembersihan saluran air penting dilakukan secara berkala, terlebih saat curah hujan masih tinggi di beberapa wilayah Sidrap.

Selain untuk menghindari banjir, kegiatan ini juga mencegah munculnya sarang nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah.

Namun, Koptu Herman tak menutup mata bahwa tantangan sebenarnya bukan hanya membersihkan, tapi menjaga agar lingkungan tetap bersih setelahnya.

“Kesadaran itu harus tumbuh. Jangan tunggu Babinsa datang baru bersih-bersih. Harus jadi kebiasaan,” ujarnya sambil tersenyum.

Apa yang dilakukan TNI di Polewali hari itu bisa jadi hanya satu dari sekian banyak aksi sosial yang digelar di pelosok negeri.

Tapi semangat yang dibawa, keteladanan yang ditunjukkan, dan senyum yang mengiringi setiap ayunan cangkul—semuanya menyimpan pesan penting: bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu orang, tapi urusan bersama.

Dan di hari itu, lumpur yang terangkat dari parit bukan hanya membersihkan saluran air, tapi juga mengalirkan harapan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tak pernah surut. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *