JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Terik matahari menyengat di batas Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Minggu siang (13/4/2025).
Tapi semangat warga dan aparat desa tak surut. Di titik itu, berdiri tegak penanda batas desa yang kini jadi kebanggaan masyarakat.
Penataan batas wilayah ini bukan pekerjaan instan. Kepala Desa Lebang Manai, Herman, menjelaskan bahwa program pembangunan batas desa tersebut telah dimulai sejak 2024.
Proyek ini digarap serius dan kini hasilnya mulai terlihat: batas desa bukan lagi sekadar plang, tapi simbol wajah desa yang makin tertata.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk membangun desa, dan batas wilayah itu penting agar desa kita punya identitas yang jelas. Apalagi ini berada di jalur masuk, jadi harus terlihat rapi dan menarik,” ujar Herman saat ditemui usai meninjau lokasi.
Langkah ini disambut positif oleh warga. Banyak yang mengaku bangga melihat wajah desa mereka mulai berubah.
Apalagi keberadaan batas desa itu tidak hanya berdampak pada keindahan, tapi juga memperkuat rasa memiliki dan identitas warga Lebang Manai.
Tapi pembangunan tidak berhenti di situ.
Masih dalam tahun anggaran 2024, Pemerintah Desa Lebang Manai juga mengerjakan pembukaan jalan Papi Blok.
Jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga yang selama ini mengandalkan jalur tanah yang licin saat musim hujan.
“Ini memang sudah jadi kebutuhan mendesak masyarakat, jadi kami dorong masuk dalam anggaran desa tahun lalu,” tambah Herman.
Menurut dia, pembangunan fisik seperti jalan dan penanda batas desa adalah bentuk kerja nyata pemerintah desa yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia berharap warga ikut menjaga dan merawat infrastruktur yang sudah dibangun.
Program-program ini, lanjut Herman, juga menjadi bukti bahwa Dana Desa benar-benar dimanfaatkan untuk hal yang produktif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Warga pun memberi apresiasi. Beberapa menyebut, baru kali ini pembangunan desa terasa begitu dekat dan nyata. Ada yang bilang, dulu mereka hanya dengar rencana-rencana, tapi sekarang sudah bisa lihat hasilnya berdiri kokoh.
“Biar panas-panas, tapi hati adem lihat desa kita mulai tertata,” celetuk salah satu warga sambil menunjuk batas desa yang baru.
Dengan deretan pembangunan yang digenjot sejak tahun lalu, Desa Lebang Manai seakan memberi pesan: pembangunan tidak harus megah, yang penting menyentuh dan bermanfaat.
Dan di tengah semua itu, kepemimpinan Herman mulai mendapat tempat di hati warganya.















