JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Langit biru cerah menjadi saksi momen penuh makna di Cekdam Dusun Poka, Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap, Kamis (09/01/2025).
Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., bersama Forkopimda Sidrap, hadir untuk menebar 10.000 benih ikan nila—langkah simbolis namun strategis dalam menggerakkan roda ketahanan pangan.
Di tengah semilir angin pedesaan, ratusan tangan menyatu dalam semangat kebersamaan. Penebaran benih ikan nila ini bukan hanya soal menyediakan sumber protein bagi masyarakat, melainkan juga tentang harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Melalui kegiatan ini, kami mendukung penuh Program Swasembada Pangan Nasional, khususnya di Kabupaten Sidrap,” ujar AKBP Fantry Taherong dengan nada penuh optimisme.
Tak hanya sekadar rutinitas, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor. Hadirnya Pj. Bupati Sidrap, perwakilan Dandim 1420/Sidrap, Kajari Sidrap, Ketua DPRD Sidrap, serta jajaran tokoh masyarakat, menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai institusi.
Semua pihak bersatu padu dalam visi yang sama: menjadikan Sidrap sebagai lumbung ketahanan pangan yang tangguh.
Setiap benih yang ditebar di cekdam bagaikan menanam mimpi besar. Tidak hanya bernilai ekonomi, program ini juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem perairan lokal.
Air yang tenang di cekdam kini menjadi ruang hidup baru bagi ribuan ikan nila, yang diharapkan dapat menjadi berkah bagi masyarakat setempat dalam beberapa bulan ke depan.
Lebih dari itu, Kapolres Sidrap menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar acara seremonial.
“Program ini akan terus berlanjut dengan langkah-langkah konkrit lainnya demi mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan di wilayah Sidrap,” tegasnya.
Forkopimda pun tak ketinggalan memberikan apresiasi atas langkah proaktif ini. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bukti nyata bahwa pembangunan tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun ketahanan pangan dari tingkat akar rumput.
Dengan benih-benih ikan nila yang mulai berenang bebas di cekdam, masyarakat diajak untuk terus mengembangkan budidaya perikanan.
Kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi warga untuk melihat sektor perikanan sebagai salah satu sumber penghidupan yang menjanjikan.
Saat sinar matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, semangat kolaborasi yang terpancar dari kegiatan ini tetap membara.
Penebaran benih ini adalah langkah kecil yang membawa harapan besar—harapan untuk ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan ekosistem yang lestari.
Dalam keheningan alam Desa Mario, benih harapan telah ditebar. Kini, semuanya bergantung pada tangan-tangan yang menjaga, merawat, dan memastikan mimpi besar ini menjadi kenyataan. (*)
Sumber: Humas Polres Sidrap















