JURNALPOLRI.MY.ID, Jeneponto – Di ruang kerja yang penuh kehangatan di Kantor Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, SE., MM, bersama Wakil Bupati Islam Iskandar, SH, menyambut kunjungan pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Bulukumba pada Jumat (11/4/2025).
Kegiatan audiensi dan silaturahmi ini tak hanya menjadi ajang pertemuan formal, melainkan juga momentum strategis untuk mempererat sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Di balik meja kerja yang tertata rapi, tim BPJS Kesehatan menyampaikan kondisi terkini pelaksanaan JKN di Kabupaten Jeneponto.
Berdasarkan data semester II tahun 2024, tercatat sebanyak 423.005 jiwa penduduk, dengan 415.751 di antaranya telah terdaftar sebagai peserta JKN, yang berarti sekitar 98,29% penduduk telah tercover.
“Masih ada sekitar 7.254 jiwa yang belum terdaftar, dan itu jadi tantangan yang harus segera kita jembatani,” jelas salah satu pimpinan BPJS.
Tak hanya itu, data juga menunjukkan bahwa 79,15% peserta adalah peserta aktif, sedangkan 20,85% sisanya merupakan peserta nonaktif.
Mayoritas peserta JKN di Jeneponto berada di kelas III, mencerminkan besarnya kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan kesehatan.
Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata kunjungan layanan kesehatan melalui JKN melonjak signifikan, mencapai lebih dari 3.000 kunjungan per hari di tahun 2025.
Realisasi pembayaran klaim dari berbagai fasilitas kesehatan pun menembus angka Rp23,7 miliar, mencakup skema pembayaran dari rawat jalan hingga rawat inap.
Bupati Paris Yasir mengungkapkan apresiasi mendalam atas kinerja BPJS Kesehatan dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kepesertaan JKN.
“Kami akan terus mendorong peningkatan jumlah peserta aktif dan segera menjangkau masyarakat yang belum terdaftar agar dapat merasakan manfaat jaminan kesehatan,” tegasnya.
Wakil Bupati Islam Iskandar menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan JKN yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kita semua harus bekerja sama, dari pemerintah, BPJS, hingga lembaga terkait, agar pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini juga membuka ruang diskusi strategis mengenai pendanaan dan peningkatan layanan JKN kepada Pemerintah Provinsi.
Sesi diskusi terbuka diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol kemitraan, menegaskan bahwa sinergi antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah merupakan fondasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil dan berkualitas di Kabupaten Jeneponto.
Dengan langkah konkrit dan komitmen tinggi, pemerintah Jeneponto berharap ke depannya JKN tidak hanya menjadi angka statistik, melainkan benar-benar membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat.
– Humas –















