Example floating
Example floating
banner 970x200
Berita

Bupati Sidrap Terlibat Total di Pemakaman Mertua

182
×

Bupati Sidrap Terlibat Total di Pemakaman Mertua

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (19/4/2025). Ribuan pelayat dari berbagai kalangan memadati rumah duka di Kelurahan Lautang Salo, Kecamatan Panca Rijang, mengiringi kepergian Hj. Hamida binti Kanda, mertua Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif.

Namun, bukan hanya jumlah pelayat yang jadi sorotan. Kehadiran langsung sang bupati dalam seluruh prosesi pemakaman, mulai dari rumah duka hingga liang lahat, menjadi pemandangan yang menggetarkan hati banyak orang.

banner 300x600

Dari pagi hari, halaman rumah duka nyaris tak menyisakan ruang kosong. Warga datang silih berganti memberi penghormatan terakhir kepada almarhumah yang wafat sehari sebelumnya.

Hj. Hamida merupakan ibunda dari Ketua TP PKK Sidrap, Hj. Haslindah Syaharuddin.

Usai salat Zuhur, jenazah disalatkan di Masjid Raya Rappang. Masjid penuh sesak, pelayat meluber hingga halaman.

Tangis haru pecah ketika keranda diangkat keluar dari masjid—dan terlihat jelas, Bupati Syaharuddin berada di barisan terdepan, memegang keranda ibunda mertuanya.

Tak cukup sampai di situ, Syaharuddin juga mengambil kemudi mobil jenazah. Ia menyetir sendiri dari masjid menuju tempat peristirahatan terakhir di Pekuburan Cenrana, Kelurahan Kadidi.

Di lokasi pemakaman, ia turut menurunkan jenazah ke liang lahat, menimbun tanah, hingga memimpin langsung doa tahlil.

“Luar biasa… orangtua kami berpulang diantar oleh ribuan masyarakat. Terima kasih atas kehadiran ta semua,” ujar Syaharuddin dengan suara bergetar, usai memimpin doa.

Momen itu jadi titik emosional tersendiri. Sang bupati tak lagi terlihat sebagai pejabat, tapi sebagai seorang menantu yang tulus kehilangan sosok ibu.

Banyak warga yang menitikkan air mata melihat keterlibatan langsung orang nomor satu di Sidrap itu.

Syaharuddin pun tak lupa memohon doa dan keikhlasan dari para pelayat.

“Kalau ada salah dan khilaf beliau, mohon dimaafkan. Doakan orang tua kami, semoga husnul khatimah,” tuturnya dengan nada penuh harap.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Hadir pula sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Parepare Tasmin Hamid, Wakil Bupati Sidrap Hj. Nurkanaah, Penjabat Sekda Andi Rahmat, anggota DPRD, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen pemda.

Keramaian pelayat hari itu bukan sekadar prosesi perpisahan, tetapi gambaran dari sosok Hj. Hamida yang dikenang luas karena kebaikan dan keteduhannya.

Sejumlah warga menyebut almarhumah sebagai pribadi hangat dan penyayang, serta sosok panutan dalam keluarga besar.

Dengan berakhirnya prosesi pemakaman, duka mendalam masih terasa. Namun di balik air mata itu, tercermin pula rasa hormat dan cinta yang begitu besar—bukan hanya kepada almarhumah, tapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan.

Khususnya sosok Syaharuddin Alrif, yang hari itu menunjukkan bahwa cinta keluarga tak mengenal status, jabatan, atau protokol. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *