JURNALPOLRI.COM – TULUNGAGUNG – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Tulungagung dan sekitarnya telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam jumlah titik kebakaran. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 68 kasus kebakaran terjadi di berbagai lokasi. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah dan putung rokok sembarangan guna mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas.
Di musim kemarau Bambang Pidekso mengimbau, masyarakat harus waspada terhadap kebakaran pada musim kemarau. Saya ingatkan, jangan membakar sampah apalagi membakar lalu ditinggal. Bila ditinggal harus dimatikan dan pastikan benar benar mati. Hal ini pernah terjadi, dikira sudah mati ternyata apinya masih menyala.
Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso saat di konfirmasi di ruang kerjanya Selasa, (17/9/2024) mengatakan kebakaran yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh pembakaran sampah yang tidak terkendali. “Kami menemukan banyak kasus di mana api dari pembakaran sampah menyebar ke lahan kering dan menyebabkan kebakaran besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca yang sangat kering memperburuk situasi, membuat api lebih mudah menyebar.
Selain pembakaran sampah, faktor lain yang turut menyumbang adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan. “Kami juga menemukan banyak kebakaran yang disebabkan oleh puntung rokok yang masih menyala dan dibuang di area yang mudah terbakar,” jelas Bambang Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Dinas Pemadam Kebakaran telah meningkatkan patroli dan kesiapsiagaan untuk menghadapi situasi ini. “Kami telah menambah jumlah personel dan peralatan untuk memastikan kami dapat merespons dengan cepat setiap laporan kebakaran,” kata Bambang. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran.
Dalam upaya pencegahan, Damkar juga mengadakan sosialisasi ke berbagai desa dan kelurahan. “Kami memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah kebakaran, termasuk tidak membakar sampah sembarangan dan memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan,” tambahnya. Sosialisasi ini diharapkan dapat mengurangi jumlah kebakaran yang terjadi.
Bambang juga mengingatkan bahwa tindakan pencegahan kebakaran adalah tanggung jawab bersama. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan kita dari bahaya kebakaran,” tegasnya. Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli dan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran.
Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan, DamkarTulungagung terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Jangan anggap remeh api sekecil apapun. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi,” pesan Bambang. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran.
Peningkatan kesadaran dan kerjasama dari masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah kebakaran yang terjadi selama musim kemarau ini. “Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran,” tutup Bambang Pidekso.
Pewarta : bayu















