GOWA, JURNALPOLRI.MY.ID – Gelombang protes mendesak transparansi dan integritas kepemimpinan melanda Kabupaten Gowa. Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Formasi Gowa, BMP Sul-Sel, dan Forgata Gowa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa dan Gedung DPRD Gowa.
Peserta aksi membentangkan spanduk raksasa bertuliskan, “Bau Skandal Aroma Ketakutan: Saat Kekuasaan Mulai Kehilangan Legitimasi,” sebagai bentuk protes atas isu perselingkuhan yang menerpa Bupati Gowa.
Aksi yang diwarnai dengan pembakaran ban di tengah jalan ini merupakan wujud kekecewaan masyarakat terhadap bungkamnya Bupati Gowa, terutama lembaga legislatif.

Massa menilai, isu yang beredar bukan sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut marwah dan etika seorang pejabat publik.
Soroti Etika Pejabat Publik
Dalam oratornya yang terekam di lokasi, salah satu koordinator aksi menekankan bahwa posisi Bupati Gowa sebagai pejabat publik seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat. Isu skandal yang beredar dianggap telah mencederai julukan Kabupaten Gowa sebagai daerah yang sarat akan Moral, adat dan sejarah.
”Bagaimana kemudian isu yang beredar terkait skandal yang melibatkan Bupati Gowa, itu sudah mencederai apa yang menjadi julukan Kabupaten Gowa. Di mana Kabupaten Gowa adalah kabupaten yang penuh dengan adat dan sejarah,” ujar orator di atas mobil komando.
DPRD Gowa Diminta Tidak “Main Mata”
Massa juga menyayangkan sikap diam yang ditunjukkan oleh DPRD Gowa. Hingga saat ini, belum ada langkah konkret atau pernyataan resmi dari para wakil rakyat terkait isu yang telah menjadi konsumsi publik tersebut.
Tuntutan utama dalam aksi ini adalah agar DPRD Gowa segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasannya secara objektif. Masyarakat meminta agar lembaga legislatif tidak menutup mata terhadap isu moralitas yang melibatkan pimpinan daerah, demi menjaga legitimasi pemerintahan di mata rakyat.
Aksi Simbolik
Selain orasi, massa membentangkan spanduk panjang yang memblokade jalan sebagai simbol bahwa kepercayaan publik sedang “terhambat” oleh kaburnya transparansi. Asap hitam dari pembakaran ban membubung tinggi, menandakan panasnya tensi sosial di tengah masyarakat Gowa saat ini.
Sementara Pihak perwakilan DPRD Gowa yang diwakili oleh Ketua DPRD Gowa Fahmi Adam dan Lukman Naba dari Partai Demokrat yang menerima peserta aksi menyampaikan bahwa DPRD bersama Gowa dan apa yang menjadi Isu di Kabupaten Gowa akan di bicarakan bersama seluruh anggota dalam rapat.
Penulis: Riswan















