Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Suasana penuh keharuan menyelimuti Masjid Al-Ikhlas Polres Sidrap pada Sabtu (30/8/2025) malam. Personel kepolisian berkumpul melaksanakan shalat ghaib sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban meninggal dunia dalam tragedi unjuk rasa buruh di Jakarta, 28 Agustus lalu.
Kegiatan religius ini dilakukan oleh jajaran Polres Sidrap sebagai wujud empati dan penghormatan terakhir.
Shalat ghaib yang digelar sederhana namun khidmat itu menjadi pengingat bahwa duka di ibu kota juga dirasakan hingga ke pelosok daerah.
Kapolres Sidrap, AKBP Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga para korban.

Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga berbagi empati kepada masyarakat yang sedang berduka.
“Polres Sidrap turut berduka dan berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini pihaknya berharap tumbuh rasa kebersamaan, solidaritas, serta semakin eratnya hubungan antara Polri dan masyarakat.
Bagi Fantry, doa bersama ini juga menjadi simbol bahwa duka rakyat adalah duka Polri.
Kegiatan shalat ghaib di lingkungan Polres Sidrap ini berjalan lancar dengan suasana hening dan penuh kekhidmatan.
Personel kepolisian, serta tokoh agama yang hadir tampak menundukkan kepala penuh rasa haru.
Mereka larut dalam doa bersama, berharap situasi nasional tetap kondusif pasca peristiwa unjuk rasa di Jakarta.
Lebih jauh, Kepolisian Resor Sidrap menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Sidenreng Rappang.
Empati yang ditunjukkan lewat shalat ghaib diharapkan menjadi perekat hubungan antara aparat dan masyarakat, sekaligus memperkuat pesan bahwa stabilitas sosial adalah tanggung jawab bersama.
Momen doa bersama itu bukan hanya sekadar ritual keagamaan, melainkan juga cerminan nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi Polri.
Bagi Polres Sidrap, tragedi di Jakarta adalah panggilan nurani untuk menyatukan doa, kepedulian, dan solidaritas lintas wilayah.
Dengan penuh harap, jajaran Polres Sidrap menutup kegiatan itu dengan doa agar bangsa ini senantiasa diberi kedamaian, serta semua pihak dapat menjaga kondusifitas demi keutuhan persatuan Indonesia. (*)















