SIDRAP, JURNALPOLRI.MY.ID — Aktivitas Pasar Sentral Baranti, Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Kamis (19/2/2026), tampak berbeda dari biasanya. Dua personel Koramil 07/Baranti, Serka Mustakin dan Sertu Sahabuddin, terlihat menyisir satu per satu lapak pedagang. Kehadiran mereka bukan tanpa tujuan. Ada misi penting yang sedang dijalankan: mengawal stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok warga tetap aman.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat TNI terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok sekaligus menjaga kelancaran distribusi pangan di wilayah Baranti.
Dengan menyusuri blok pasar mulai dari lapak sayur-mayur, daging, hingga kebutuhan pokok penting seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, kedua Babinsa itu melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Tak hanya mencatat harga, Serka Mustakin dan Sertu Sahabuddin juga berdialog dengan para pedagang. Mereka menggali informasi seputar stok barang, kendala distribusi, serta kemungkinan adanya permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan stok aman dan harga tetap terjangkau oleh daya beli warga. Ini bagian dari tugas kami membantu pemerintah daerah menjaga ketahanan pangan di tingkat kecamatan,” ujar Serka Mustakin di sela kegiatan.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi pasar masih relatif stabil. Harga bahan pokok belum mengalami lonjakan signifikan dan pasokan dari distributor dilaporkan lancar. Situasi ini membuat masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan kebutuhan pokok dalam waktu dekat.
Kehadiran dua personel TNI di tengah pasar juga memberi rasa aman bagi pedagang dan pembeli. Sertu Sahabuddin menegaskan bahwa kegiatan monitoring seperti ini akan dilakukan secara rutin sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga.
Melalui kegiatan ini, Koramil 07/Baranti menunjukkan peran aktifnya bukan hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi lokal. Dua personel, satu misi: memastikan dapur warga Baranti tetap mengepul dan pasar tetap terkendali. (*)















