Example floating
Example floating
banner 970x200
Nasional

FGD AI, Gebrakan Baru Bidhumas Polda Jateng

243
×

FGD AI, Gebrakan Baru Bidhumas Polda Jateng

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Semarang, JURNALPOLRI.MY.ID – Bidhumas Polda Jateng kembali bergerak di ranah digital. Selasa siang, 10 Juni 2025, mereka menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Etika, Tantangan dan Peluang Penggunaan Artificial Intelligence dalam Kehumasan Institusi Kepolisian”. Acara ini berlangsung di Hotel Muria, Kota Semarang, dengan peserta dari seluruh jajaran humas kepolisian se-Jawa Tengah.

Diskusi ini dihelat sebagai upaya strategis untuk menjawab tantangan zaman. Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau AI, Bidhumas Polda Jateng ingin memastikan teknologi ini bisa dimanfaatkan secara bijak dan etis, khususnya dalam penyampaian informasi publik yang akurat dan berdampak positif bagi masyarakat.

banner 300x600

Para peserta yang hadir berasal dari kasi humas polres se-Jateng dan petugas PPID dari tiap satuan kerja Polda Jateng.

Suasana diskusi berlangsung dinamis, membahas bagaimana AI bisa menjadi senjata baru kehumasan Polri sekaligus menyingkap potensi risikonya jika digunakan tanpa arah yang jelas.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyampaikan perkembangan teknologi berbasis AI tak dapat dihindari. Ia mengatakan, AI turut membantu dan mempercepat tugas kehumasan.

Meski demikian, Artanto mengingatkan, pemanfaatan AI harus dalam koridor etika dan akuntabilitas.

“Dalam konteks Polri, khususnya fungsi humas, teknologi ini menyajikan dua sisi yang sama kuatnya: di satu sisi, peluang besar untuk mempercepat dan mempermudah pekerjaan kehumasan, dan di sisi lain, tantangan serius terkait etika, privasi, serta akuntabilitas komunikasi publik,” ujar Kabid Humas, Rabu (11/6/2025).

Kabid Humas menjelaskan, forum tersebut tidak hanya mengikuti tren perkembangan teknologi, tetapi juga untuk menyediakan ruang kolaborasi guna memetakan potensi penerapan kecerdasan buatan yang aplikatif bagi Humas Polri; mengidentifikasi tantangan dan risiko etis; serta memperkuat jejaring antara kepolisian, dunia akademik, dan media.

Ia mengajak peserta agar FGD tersebut menjadi wadah bertukar pikiran, mencari solusi, dan membangun sinergi. Dengan begitu, lanjutnya, Humas Polri yang adaptif dalam perkembangan zaman dan tidak meninggalkan etika juga profesionalisme dapat terwujud guna menjaga harkamtibmas.

“Saya berharap forum ini menghasilkan strategi yang memperkuat kredibilitas dan reputasi institusi Polri di mata masyarakat,” pungkasnya.

Sejumlah narasumber dari praktisi media dan akademisi mengisi diskusi tersebut.

Adapun narasumber dari akademisi yakni Koordinator International Undergraduate Program Ilmu Komunikasi FISIP Undip Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah, S.Sos., M.I.Kom dan Kaprodi S1 Ilmu Komunikasi Undinus Dr. Lisa Mardiana, S.Sos., M.I.Kom.

Dalam FGD tersebut Dr. Nuriyatul Lailiyah membahas materi berjudul “Pemanfaatan AI dalam Komunikasi Massa”.

Sementara Dr. Lisa Mardiana membawakan materi berjudul “AI sebagai Alat Strategis Kehumasan Meningkatkan Citra dan Kepercayaan Publik terhadap Kepolisian”.

Adapun praktisi media yang menjadi pemateri FGD tersebut yakni General Manager Suara Merdeka Youlanda Muhamad.

Youlanda Muhamad membawakan materi bertajuk “AI, Etika dan Kontribusinya dalam Jurnalistik”.

Selain itu, seorang narasumber FGD tersebut berasal instansi kepolisian yakni AKP Danu Permadi Rendra dari Ditressiber Polda Jateng yang menyampaikan materi tentang “Pemanfaatan dan Konsekuensi Hukum dari Penyalahgunaan AI”.

FGD yang dimoderatori oleh Septiana Devi Permata Sari dari LPP RRI Semarang itu pun berlangsung interaktif.

Lewat forum ini, Bidhumas Polda Jateng membuktikan diri tak sekadar ikut tren, tapi juga jadi pionir dalam meracik strategi komunikasi era digital.

Di tengah gelombang AI yang makin deras, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri—melalui kehumasan—siap berubah, beradaptasi, dan tetap relevan.

Bukan sekadar pintar teknologi, tapi juga bijak menempatkannya agar pesan-pesan kepolisian sampai ke publik secara utuh, beretika, dan tetap membumi. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *