JURNALPOLRI.COM- SIMALUNGUN- SUMUT- Gelar Pekan Olahraga (PON) XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut membawa keberkahan bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Simalungun, pasalnya salah satu cabang olahraga (cabor) Aquatik Renang Terbuka berlangsung di perairan Danau Toba Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut.
Hal itu merupakan salah satu peluang besar bagi pariwisata Parapat Danau Toba Kabupaten Simalungun untuk dikenal hingga ke mancanegara, minimal oleh Atlet renang dan officialnya.
Sebanyak 41 orang atlet Cabor renang perairan terbuka dari berbagai provinsi yang ikut bertanding untuk memperebutkan gelar juara dan medali di 3 (tiga) kategori, masing masing 3 km, 5 km dan 10 Km, selama 3 hari pada tanggal 9-11 September 2024 di perairan pantai Wisata Bahari Parapat.
Seperti yang di ungkapkan oleh Pengamat dan Pelaku Pariwisata Sumatera Utara sekaligus Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Kus Endro mengatakan bahwa, kepercayaan yang diberikan kepada Parapat Simalungun jangan di sia siakan, karena itu momen dan salah satu cara pemerintah memperkenalkan Parapat dan Pariwisata Danau Toba.
“Dipercayakan menjadi tuan rumah event nasional bukan hal mudah, harusnya masyarakat Parapat menangkap momen itu menjadi lebih atraktif dengan sinergitas sebagai bagian dari promosi pariwisata Parapat,” ujar Endro, Rabu (11/9/24).
Menghadirkan para atlet dan ikut berenang ke Danau Toba tidak mudah jika tidak ada event. Oleh karena itu, dengan PON ini, perairan Danau Toba di wilayah Kabupaten Simalungun sebagai lokasi renang, secara tak langsung para atlet ikut membantu mempromosikan Danau Toba yang airnya masih bisa dijadikan sebagai media olahraga.
Cabor olahraga renang yang digelar di Parapat Danau Toba Kabupaten Simalungun, juga menjadi ajang bagi para anak sekolah untuk lebih mengenal tentang olahraga renang, terutama anak-anak sekolah yang ada di kawasan Danau Toba. Dimana anak-anak dikawasan Danau Toba ini sering melakukan marciling (menyelam mengambil uang koin yang di lempar tamu dari kapal) dan mereka berani hingga ke tengah Danau Toba.
“Itulah cikal bakal atlet kalau di bina, nyali mereka sudah ada, tinggal bagaimana mengasah dan membina agar bisa profesional dan tidak terlepas dari dukungan keluarga dan campur tangan pemerintah,”sebut Endro.
Diharapak, even PON ini mampu membawa kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke Parapat, guna menikmati keindahan panorama Danau Toba sebagai aset dunia yang ada di Kabupaten Simalungun.
(Advertorial)
(F.wijaya)















