Sidrap, JURNALPOLRI.MY.ID – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Sentral Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, mulai menjadi perhatian serius. Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat, Babinsa Koramil 03/Maritengngae, Sertu Herman Amal, turun langsung memantau kondisi pasar, Senin (30/03/2026).
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi warga sekaligus memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman menjelang potensi fluktuasi harga di tingkat pedagang.
Babinsa Sertu Herman Amal sambangi satu per satu lapak pedagang. Ia mengecek langsung harga beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang hingga berbagai kebutuhan dapur lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat setiap hari.
Dialog lansung dengan pedagang jadi sarana untuk mengetahui kondisi pasokan barang serta kemungkinan terjadinya kenaikan harga dalam beberapa hari ke depan.
“Hasil pantauan hari ini menunjukkan stok bahan pokok di Pasar Sentral Pangkajene secara umum masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Fluktuasi harga masih dalam batas kewajaran,” ujar Sertu Herman Amal di sela kegiatannya.
Pantauan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bahwa kondisi pasar di wilayah Maritengngae masih relatif stabil. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu dilakukan mengingat harga kebutuhan pokok kerap bergerak cepat dipengaruhi pasokan, cuaca, hingga permintaan masyarakat.
Sejumlah pedagang menyampaikan harapan agar pemerintah terus mengawasi distribusi bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat kecil.
Kehadiran Babinsa di pasar pun mendapat respons positif dari pedagang. Mereka menilai pengawasan rutin sangat penting untuk mencegah praktik penimbunan barang serta menjaga harga tetap terkendali.
Secara terpisah, Danramil 03/Maritengngae menegaskan bahwa kegiatan pemantauan pasar akan terus dilakukan secara berkala oleh Babinsa di wilayah binaan masing-masing. Data hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi bahan laporan bagi pimpinan dalam menentukan langkah strategis terkait ketahanan pangan daerah.
Dengan adanya langkah antisipatif dari Babinsa, diharapkan kestabilan harga sembako di Kabupaten Sidrap tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tiba-tiba. (*)















