JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Sabtu malam (19/4/2025) di Kabupaten Sidrap berjalan lebih tenang dari biasanya. Namun di balik keheningan itu, ada kesibukan tak kasat mata.
Kepolisian Resor (Polres) Sidrap bersama seluruh jajaran Polsek turun langsung ke lapangan untuk memastikan Ibadah Sabtu Sunyi umat Kristiani berjalan aman dan khidmat.
Tak main-main, seluruh rumah ibadah yang menggelar Ibadah Sabtu Sunyi dijaga ketat. Mulai dari pengamanan terbuka yang terlihat jelas di pintu masuk gereja, hingga pengamanan tertutup yang bekerja di balik layar.
Semua demi satu tujuan: menjaga kekhusyukan ibadah malam menjelang Hari Raya Paskah.
Wakapolres Sidrap, KOMPOL Sulkarnain yang mewakili Kapolres AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengamanan ini adalah wujud nyata komitmen Polres dalam menjaga keberagaman dan kebebasan beragama di Sidrap.
“Kami pastikan umat Kristiani bisa menjalani ibadah dengan tenang dan damai. Semua rumah ibadah kami amankan dengan maksimal, baik di pusat kota hingga pelosok,” tegas Sulkarnain saat dikonfirmasi di sela pengawasan.
Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian tak bekerja sendiri. Mereka bahu-membahu dengan para pengurus rumah ibadah dan tokoh agama lokal.
Koordinasi intens dilakukan sebelum dan selama pelaksanaan ibadah. Mulai dari pengecekan lingkungan gereja, pengaturan lalu lintas sekitar lokasi, hingga patroli rutin untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
“Kami juga lakukan pemantauan secara berkala selama ibadah berlangsung. Semua terpantau kondusif. Ini tidak hanya kerja polisi, tapi kerja sama semua pihak,” tambahnya.
Situasi di sejumlah titik, seperti gereja-gereja terpantau damai. Jemaat datang dengan tertib, aparat sigap menyambut di pintu gerbang, dan suasana penuh kekhusyukan terasa begitu kental.
Meski berjaga dengan siaga penuh, pendekatan yang digunakan tetap humanis. Polisi menyapa ramah jemaat yang datang, bahkan sesekali membantu pengaturan kendaraan di sekitar area ibadah.
Tak ada kesan menegangkan—yang ada hanya rasa aman dan nyaman.
Malam itu, ibadah Sabtu Sunyi berjalan lancar. Tak ada laporan gangguan. Tak ada kendala berarti. Yang terdengar hanyalah doa dan lantunan kidung ibadah.
Pengamanan ini menjadi bukti, bahwa di tengah perbedaan keyakinan, negara hadir untuk menjaga semua. Dan malam Sabtu Sunyi di Sidrap jadi bukti bahwa toleransi bukan sekadar wacana—melainkan kerja nyata, malam demi malam. (*)















