JURNALPOLRI.MY.ID, Poso – Suasana haru menyelimuti halaman Mapolres Poso, Jumat (11/4/2025). Tangis tak terbendung ketika Kapolres Poso, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., dan sang istri, Ny. Agnes Arthur, resmi dilepas dari jabatannya.
Momen perpisahan ini bukan sekadar seremoni formal. Di balik tradisi pedang pora yang tegak mengiringi langkah terakhir AKBP Arthur keluar dari Mapolres, tersimpan kenangan dan loyalitas mendalam dari seluruh jajaran kepolisian.
Sejak pagi, ratusan personel Polres dan Polsek jajaran telah bersiap. Mereka berdiri rapi membentuk barisan sepanjang jalan keluar Mako.
Para pejabat utama (PJU), Bhayangkari, dan staf tampak tak kuasa menahan air mata saat mantan pemimpinnya berjalan perlahan di antara mereka.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang luar biasa selama ini. Saya akan selalu mengenang Polres Poso sebagai bagian penting dalam perjalanan karier dan hidup saya,” ucap AKBP Arthur dengan suara bergetar, sesaat sebelum melepas lencana di dadanya.
Lebih dari sekadar pidato perpisahan, kalimat-kalimat yang diucapkan AKBP Arthur terasa menyentuh. Ia tak lupa menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggotanya: tetap solid, profesional, dan terus belajar.
“Kita bukan hanya polisi, kita adalah penjaga kepercayaan publik. Jangan pernah berhenti belajar dan asah kemampuan kalian. Saya percaya Polres Poso akan terus jadi yang terbaik,” tegasnya sambil menatap satu per satu wajah anggotanya.
Sementara itu, Ny. Agnes Arthur juga menerima pelukan haru dari para anggota Bhayangkari Cabang Poso. Di bawah kepemimpinannya, Bhayangkari aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembinaan internal yang membangun kebersamaan.
Air mata menjadi saksi bisu atas kebersamaan yang terjalin selama ini. Banyak yang mengenang AKBP Arthur sebagai pemimpin yang tegas namun rendah hati, serta Ny. Agnes sebagai sosok inspiratif dan hangat bagi keluarga besar Bhayangkari.
“Pak Arthur dan Ibu Agnes bukan hanya pemimpin, tapi juga orang tua dan sahabat bagi kami semua,” ujar salah satu anggota Polres sambil menyeka air matanya.
Kini, tongkat komando Kapolres Poso telah berpindah ke tangan AKBP Alowisius Londar, S.I.K. Namun jejak kepemimpinan AKBP Arthur akan tetap tertanam di hati keluarga besar Polres Poso.
Pelepasan ini bukan sekadar ucapan selamat tinggal. Ini adalah bentuk penghormatan terakhir—penuh hormat, penuh cinta, dan tentu saja, penuh harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Yulius Kapita















