JURNALPOLRI.MY.ID, Selayar – Langit Kepulauan Selayar tampak cerah ketika iring-iringan kendaraan yang membawa Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., tiba di halaman Polres Kepulauan Selayar pada Kamis (27/02/2025). K
edatangannya bukan sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan membawa misi besar untuk memperkuat sinergi dan pelayanan kepada masyarakat.
Sejak turun dari kendaraan, suasana adat khas Selayar langsung menyambutnya. Sebuah prosesi pengalungan salempang sarung dilakukan oleh Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., sebagai tanda penghormatan dan penyambutan.
Barisan personel kepolisian berdiri tegap dalam Jajar Kehormatan, menciptakan suasana yang penuh wibawa.
Tak hanya seorang diri, Kapolda Sulsel turut didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, seperti Irwasda, Karo Log, Karo SDM, Karo Rena, Dirpolairud, Kabid Humas, Kabid Propam, Kabiddokkes, serta Kabidkeu. Kehadiran mereka menegaskan betapa pentingnya agenda kunjungan kali ini.
Salah satu momen bersejarah dalam kunjungan ini adalah peresmian Gedung Tatag Trawang Tungga.
Sebuah pusat layanan kepolisian yang digadang-gadang akan mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari SIM, BPKB, E-Tilang, hingga penyuluhan hukum.
“Ini bukan sekadar gedung, ini adalah wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolda dalam sambutannya.
Selain meresmikan gedung baru, Irjen Pol. Yudhiawan juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Ia menekankan perlunya pemetaan daerah rawan bencana, pendirian posko siaga, serta kesiapan personel dalam merespons cepat situasi darurat.
“Koordinasi dan komunikasi harus menjadi kunci dalam menghadapi bencana, agar masyarakat dapat tertolong secepat mungkin,” tegasnya.
Tak hanya itu, isu ketahanan pangan juga menjadi perhatian Kapolda Sulsel dalam kunjungan kali ini. Dengan semangat membangun kemandirian pangan, ia mendorong pemanfaatan sumber daya lokal agar daerah tidak bergantung pada impor.
“Program ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Skema pembagian hasil panen pun dirancang dengan cermat: 40% untuk kelompok tani, 20% untuk modal tanam berikutnya, dan 40% lainnya dikelola desa untuk diolah menjadi makanan gratis bagi siswa sekolah dasar.
Kunjungan kerja ini juga menjadi ajang penegasan komitmen Kapolda dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.
Ia menegaskan bahwa Polda Sulsel tidak akan mentolerir pelanggaran, baik dari pihak internal maupun eksternal. Fokus utama tetap pada pemberantasan tindak pidana yang meresahkan masyarakat, seperti korupsi, narkoba, judi online, serta perdagangan orang.
Seiring matahari mulai condong ke barat, Kapolda Sulsel menyelesaikan rangkaian kunjungannya dengan penuh optimisme.
Ia meninggalkan Kepulauan Selayar dengan harapan bahwa setiap pesan dan program yang disampaikan dapat diterapkan demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun negeri,” pungkasnya dengan penuh keyakinan. (*)















