JURNALPOLRI.MY.ID, Sidrap – Sabtu pagi, 4 Januari 2025, di Desa Kulo diselimuti semangat gotong royong yang mengalir seperti air di parit yang dibersihkan.
Di bawah komando Pelda Muhammad Nur, Batituud Ramil 06/Panca Rijang, prajurit TNI bahu-membahu dengan staf desa menggelar karya bakti. Bukan sekadar membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar, tapi menanamkan nilai kepedulian yang mengakar dalam sanubari warga.
Kantor Desa Kulo menjadi saksi bisu bagaimana tangan-tangan berbalut sarung dan sekop bersatu menyingkirkan sampah yang berserakan.
Sampah yang selama ini terabaikan, kini diangkat satu per satu, seakan menghapus noda dari wajah desa yang tenang.
Suara cangkul yang menghantam tanah berpadu dengan tawa ringan para peserta, menciptakan harmoni khas gotong royong yang kian langka.
Pelda Muhammad Nur, sosok di balik kegiatan ini, menuturkan betapa pentingnya kebersihan lingkungan untuk mencegah ancaman yang tak kasat mata.
“Lingkungan bersih adalah benteng pertama dari serangan penyakit. Jika saluran air lancar, maka kesehatan masyarakat pun terjaga,” ucapnya dengan penuh keyakinan, sembari menggenggam sapu di tangannya.
Tak hanya membersihkan, mereka juga mengirim pesan kuat kepada warga sekitar. Bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama.
Setiap sampah yang terangkat adalah simbol dari kesadaran yang mulai tumbuh.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian, harapan kami warga akan lebih sadar dan ikut menjaga kebersihan di sekitar rumah mereka,” lanjut Pelda Nur, tatapannya penuh harap.
Staf Desa Kulo pun memberikan apresiasi, “Kami sangat berterima kasih kepada Koramil 06/Panca Rijang. Tanpa mereka, saluran ini mungkin akan tetap tersumbat. TNI benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tapi juga penggerak kebersihan,” ungkap salah satu staf desa dengan senyum puas.
Karya bakti ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan cermin dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Di bawah terik matahari, keringat yang bercucuran menjadi bukti bahwa kerja bersama melahirkan desa yang lebih sehat dan nyaman.
Desa Kulo, hari itu, bukan hanya bersih dari sampah, tapi juga dipenuhi semangat baru yang akan terus mengalir, seperti air di saluran yang kini kembali jernih. (*)
Sumber: Sukriadi/Pen Kodim 1420















