JURNALPOLRI.MY.ID, Takalar – Minggu pagi di Lingkungan Ballo 2, Kelurahan Sombalabella, Kabupaten Takalar, terasa berbeda. Bukan hanya suara cangkul dan sapu yang terdengar, tapi juga obrolan akrab yang menyelipkan pesan penting: keamanan dan ketertiban harus dijaga bersama.
AIPTU Ilham, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sombalabella, tampak berbaur dengan warga dalam kegiatan kerja bakti yang digelar sejak pukul 07.00 WITA, Minggu (20/4/2025).
Mengenakan seragam dinas dan senyum ramah, ia tak hanya membersihkan selokan dan menyapu jalanan, tapi juga menebar pesan harkamtibmas di tengah aktivitas gotong royong.
“Kerja bakti ini bukan cuma soal sampah dan kebersihan. Ini tentang bagaimana kita membangun lingkungan yang aman, rukun, dan nyaman untuk semua,” ujar AIPTU Ilham di sela kegiatan.
Turut hadir dalam aksi bersih-bersih ini, Lurah Sombalabella Sultan, SP, Babinsa SERKA Herma, SE, serta para kepala lingkungan yang turun langsung bersama warga.
Pemandangan kolaborasi antara aparat dan masyarakat itu menciptakan suasana guyub yang jarang ditemukan di hari-hari biasa.
Namun, momen ini tidak dilewatkan begitu saja oleh AIPTU Ilham. Di sela kerja bakti, ia menyampaikan himbauan kamtibmas kepada warga. Suaranya lantang, namun tetap bersahabat.
“Jauhi miras, stop sabung ayam. Kita semua punya tanggung jawab menjaga ketertiban kampung ini,” tegasnya.
Menurut Ilham, maraknya kasus pelanggaran seperti pesta minuman keras dan judi sabung ayam bukan hanya meresahkan, tapi juga bisa memicu konflik di tengah masyarakat. Ia mendorong warga untuk saling mengingatkan, saling menjaga.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi?” tambahnya.
Warga menyambut baik kehadiran aparat dalam kegiatan semacam ini. Bagi mereka, sinergi antara masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintahan kelurahan adalah kunci terciptanya lingkungan yang kondusif.
“Rasanya lebih tenang kalau aparat ikut turun langsung begini. Bukan cuma bantu bersih-bersih, tapi juga kasih arahan yang menyejukkan,” ujar Daeng Baso, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan kerja bakti berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dengan hasil nyata: lingkungan bersih, dan semangat kebersamaan yang tumbuh makin kuat.
Tapi lebih dari itu, kerja bakti ini juga menjadi ruang dialog informal yang efektif—antara polisi dan rakyat, antara pesan kamtibmas dan aksi nyata.
Dengan cara sederhana, AIPTU Ilham menunjukkan bahwa menjaga harkamtibmas bisa dimulai dari sapu, cangkul, dan senyum tulus pada Minggu pagi.
Sebab keamanan bukan hanya soal patroli, tapi juga soal hadir dan menyatu bersama warga. (*)
(Asw-19)















