NABIRE, JURNALPOLRI.MY.ID – Operasi gabungan Satgas Rajawali 4 dan Satgas Operasi Damai Cartenz kembali mengguncang wilayah Papua Tengah. Dalam penindakan terhadap kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya, aparat berhasil menyita ratusan butir amunisi, senjata pendukung, hingga puluhan handphone, setelah terjadi kontak tembak di Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Minggu (1/3/2026).
Operasi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT hingga 23.40 WIT itu digelar di kawasan Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kali Harapan, Distrik Nabire, Nabire. Gabungan dua tim Satgas Rajawali dan dua tim Ops Damai Cartenz bergerak menyisir lokasi yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata OPM.
Sekitar pukul 11.00 WIT, personel di barisan depan terdeteksi oleh kelompok OPM. Kontak senjata pun pecah. Seorang prajurit TNI, Pratu Mulyado Chandra, terkena luka tembak pada bagian betis kiri akibat rekoset peluru. Tim gabungan langsung melakukan serangan balasan dan menguasai lokasi.
Pukul 12.00 WIT, pasukan melakukan pembersihan area. Korban luka segera dievakuasi menggunakan helikopter Bell menuju Mimika untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan. Sementara itu, pasukan penindak melanjutkan pengejaran terhadap sisa kelompok OPM yang melarikan diri ke hutan sekitar.

Pada malam hari, hasil operasi digelar di Pos Kotis Satgas Rajawali Yonif 753/AVT, Kampung Girimulyo, Distrik Nabire. Dalam gelar perkara tersebut, aparat memperlihatkan barang bukti yang berhasil diamankan dari markas kelompok OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Barang bukti utama yang diamankan antara lain:
- Ratusan butir amunisi berbagai kaliber (5,56 mm, 7,62 mm, 9 mm, hingga kaliber 45)
- 10 magazen senjata api (AK dan SS1)
- 5 unit HT
- 12 unit handphone berbagai merek, termasuk iPhone
- Uang tunai Rp79.700.000
- 2 bendera Bintang Kejora
- Tas ransel, pisau lipat, aksesoris, serta atribut kelompok OPM lainnya
Menariknya, salah satu handphone yang diamankan diduga milik korban penyerangan pos palang Kristalin sebelumnya, atas nama Aksay Sandika Moho. Perangkat tersebut akan menjadi petunjuk penting dalam pengembangan penyelidikan jaringan OPM.
Wapang Ops Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan bahwa operasi ini merupakan bukti kuat sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah.
“Penindakan hari ini menunjukkan kerja sama solid Satgas Rajawali dan Operasi Damai Cartenz. Semua barang bukti harus dicatat akurat agar menjadi dasar hukum yang kuat,” tegasnya di hadapan jajaran.
Ia juga menekankan bahwa pengejaran terhadap kelompok Daniel Aibon Kogoya akan terus dilakukan karena masih terdapat indikasi mereka akan kembali ke camp lama untuk mengambil sisa amunisi yang ditinggalkan.
Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada Tim Inavis Polda Papua Tengah untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. Aparat memastikan operasi penindakan akan terus berlanjut demi mencegah gangguan keamanan masyarakat di Kabupaten Nabire.
Operasi ini menjadi pesan keras bagi kelompok bersenjata: negara tidak tinggal diam. Aparat terus bergerak, dan ruang gerak OPM semakin menyempit. (*/Red)















